ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menperin Usulkan Kerja Sama Pendidikan Vokasi IA-CEPA

Rabu, 7 Desember 2016 | 21:36 WIB
EF
B
Penulis: Eva Fitriani | Editor: B1
Menperin Airlangga Hartarto. Foto: sp.beritasatu.com
Menperin Airlangga Hartarto. Foto: sp.beritasatu.com (ID/ID)

Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengusulkan kerja sama vokasi dalam Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA). Hal itu diungkapkan Airlangga saat bertemu dengan Menteri Perdagangan, Pariwisata dan Investasi Australia Steven Ciobo di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (7/12).

"Selain mengangkat isu penurunan tarif gula dan kerja sama mengenai Indonesian Food Innovation Center, dalam perkembangannya, yang juga menjadi early outcomes Kemenperin adalah vocational education and training di bidang industri," kata Airlangga.

Perundingan kelima IA-CEPA telah dilaksanakan pada 31 Oktober-4 November 2016 di Bandung. Sedangkan, perundingan keenam akan dilaksanakan di Australia pada Februari 2017.

Airlangga mengungkapkan, Indonesia menargetkan partisipasi kerja sama dari pihak Australia yang meliputi peningkatan investasi di sektor industri pengolahan, pengembangan standarisasi mutu produk dan kompetensi tenaga kerja sehingga dapat bersaing di pasar global. "Kami juga mengharapkan, Australia dapat menyediakan beasiswa pendidikan master dan doktoral terutama bidang ilmu industri baik untuk masyarakat maupun aparatur pemerintah di Indonesia," ujar dia.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Steven menjelaskan, kunjungan keduanya ke Indonesia sebagai Menteri Perdagangan, Pariwisata dan Investasi tersebut untuk membangun momentum lebih lanjut dalam upaya menyelesaikan perjanjian IA-CEPA di tahun 2017. "Prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat memberikan kesempatan yang menarik bagi eksportir Australia," tutur dia.

Dengan populasi lebih dari 255 juta, termasuk kelas menengah yang mencapai 45 juta dan diperkirakan akan tumbuh menjadi 135 juta pada 2030, Steven mengatakan skema IA-CEPA akan membantu eksportir Australia memasok kebutuhan Indonesia di bidang barang dan jasa termasuk sektor industri. "Perjanjian tersebut juga akan menciptakan peluang bagi bisnis Australia dan Indonesia bekerja sama untuk memasuki peluang yang berkembang ke utara kami," terangnya.

Australia merupakan salah satu negara sumber investasi bagi Indonesia. Data BKPM periode tahun 2010-2015 menunjukkan realisasi investasi US$ 2,1 miliar terdiri dari investasi di sektor pertambangan, kimia dasar dan infrastruktur.

Dari komitmen investasi, tercatat sebesar US$ 7,7 miliar dari sektor industri logam, properti dan sektor peternakan
Angka realisasi investasi pada kuartal I-2016 dari Australia tercatat sebesar US$ 59,98 juta terdiri dari 131 proyek investasi dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 5.070 orang. Secara keseluruhan total investasi yang masuk triwulan pertama 2016 tercatat mencapai Rp 146,5 triliun atau meningkat 17,6% dari periode sebelumnya Rp 124,6 triliun.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Menperin Sebut PHK Massal Tak Terjadi di Industri Manufaktur

Menperin Sebut PHK Massal Tak Terjadi di Industri Manufaktur

EKONOMI
Menperin Yakin Perjanjian Dagang RI-AS Dorong Industrialisasi

Menperin Yakin Perjanjian Dagang RI-AS Dorong Industrialisasi

EKONOMI
IIMS 2026: Menperin Ungkap Ancaman Malaysia ke Pasar Otomotif RI

IIMS 2026: Menperin Ungkap Ancaman Malaysia ke Pasar Otomotif RI

OTOTEKNO
Menperin Tetapkan SBIN sebagai Arah Kebijakan Pembangunan Industri

Menperin Tetapkan SBIN sebagai Arah Kebijakan Pembangunan Industri

EKONOMI
Beda Pendapat Menko Airlangga dengan Menperin soal Insentif Otomotif

Beda Pendapat Menko Airlangga dengan Menperin soal Insentif Otomotif

OTOTEKNO
Menperin: Produk Manufaktur Jadi Tulang Punggung Ekspor Indonesia

Menperin: Produk Manufaktur Jadi Tulang Punggung Ekspor Indonesia

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon