2019, Manufaktur Bakal Sumbang 23% PDB
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-7.6)   |   COMPOSITE 6413.89 (-106.77)   |   DBX 1221.71 (-6.51)   |   I-GRADE 188.988 (-3.35)   |   IDX30 542.994 (-9.18)   |   IDX80 145.925 (-3.17)   |   IDXBUMN20 438.706 (-13.3)   |   IDXESGL 150.111 (-3.04)   |   IDXG30 148.081 (-3.15)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-7.88)   |   IDXQ30 153.853 (-2.35)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-6.8)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-15.72)   |   IDXV30 149.364 (-4.83)   |   INFOBANK15 1084.54 (-8.19)   |   Investor33 464.502 (-6.89)   |   ISSI 189.074 (-4.16)   |   JII 668.709 (-17.74)   |   JII70 233.837 (-6.47)   |   KOMPAS100 1296.34 (-25.94)   |   LQ45 1011.21 (-19.63)   |   MBX 1772.39 (-32.57)   |   MNC36 342.942 (-5.12)   |   PEFINDO25 336.865 (-11.6)   |   SMInfra18 332.042 (-9.57)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-5.25)   |  

2019, Manufaktur Bakal Sumbang 23% PDB

Jumat, 13 Januari 2017 | 10:00 WIB
Oleh : Eva Fitriani / HA

Jakarta – Industri manufaktur nasional ditargetkan mampu menyumbang 23% dari produk domestik bruto (PDB) pada 2019, naik dari saat ini sekitar 19,90%. Peningkatan kontribusi akan didorong dari beberapa industri strategis seperti makanan dan minuman (mamin), industri barang logam, alat angkut, serta farmasi dan kimia.

“Kenaikannya akan kami dorong menjadi 23%,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada saat berkunjung ke kantor Beritasatu Media Holdings di Jakarta, Kamis (12/1).

Meski demikian, Airlangga mengakui, masih ada hambatan bagi industri manufaktur untuk bertumbuh dengan cepat ke depannya, di antaranya adalah harga gas. Pasalnya, beberapa industri strategis sangat mengandalkan gas untuk produksinya, dan harga gas dapat menjadi penentu daya saing produk.

“Kami sedang perjuangkan agar harga gas turun. Dan jika ini berhasil, ini yang akan menjadi pendongkrak terhadap kontribusi industri manufaktur ke PDB,” ujar dia.

Hingga akhir kuartal III-2016, kontribusi sektor industri pengolahan nonmigas terhadap total PDB sebesar 19,90%, yang terdiri dari industri pengolahan nonmigas sebesar 17,82%, dan industri pengolahan batubara dan pengilangan migas 2,08%.

Tercatat, empat subsektor industri yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB sektor industri nonmigas adalah industri mamin (33,61%); industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik & peralatan listrik (10,68%); industri alat angkut (10,355%); serta industri kimia, farmasi & obat tradisional (10,05%).

Sepanjang Januari-November 2016, total ekspor industri manufaktur mencapai US$ 99,65 miliar atau memberi kontribusi 76,3% terhadap ekspor nasional yang mencapai US$ 130,655 miliar. Kontribusi tersebut naik dibanding periode sama tahun sebelumnya yang sebesar 72,18%.

“Neraca perdagangan sektor industri bahkan terjadi surplus sebesar US$ 1,67 miliar,” ujar dia.

Airlangga melanjutkan, investasi dalam bentuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) sektor industri sepanjang Januari-September 2016 sebesar Rp 75,41 triliun, naik 19,6%% dibanding periode sama 2015. Sementara itu, investasi dalam bentuk penanaman modal asing (PMA) sektor industri mencapai US$ 13,09 miliar, naik 53,6% dibanding periode sama 2015.

“Jumlah serapan tenaga kerja di sektor industri hingga bulan Agustus 2016 sebanyak 15.540.234 orang, naik 1,87% dibanding Agustus 2015,” ujar dia.

Industri 4.0
Airlangga menegaskan, pihaknya juga akan mengembangkan industri 4.0, yang mengarah ke produksi masa depan yang berbasis internet. Industri ini satu tingkat lebih maju dari industri berbasis robot yang sudah banyak berkembang saat ini.

“Beberapa industri di Indonesia sudah mulai untuk pengembangan industri 4.0 ini. Industri Panasonic misalnya, mereka sudah memiliki innovation center untuk industri 4.0. Juga ada industri makanan di Jawa Timur, mereka sudah menerapkan industri 4.0. Jadi operasional pabrik bisa dimonitor dari luar pabrik, dari mana saja selama ada akses internet,” jelas Airlangga.

Dia menerangkan, industri 4.0 sudah dimulai Jerman sejak 3 tahun yang lalu, dan efisiensinya bisa mencapai 30%. “Kami akan dorong industri semen, pupuk, tekstil, atau keramik yang sudah siap untuk menerapkan industri 4.0 ini,” ujar dia.

Airlangga menegaskan, Kemenperin akan mendorong tiga hal utama untuk pengembangan infrastruktur industri, yakni energi, listrik, dan baja. “Kemenperin akan teru s mendorong tiga sektor tersebut agar lebih kompetitif dibanding negara lain,” ujar dia.

Selain industri hulu pendorong infrastruktur, kata Airlangga, pihaknya juga mendorong industri berbasis ekspor dan padat karya. “Untuk itu kami akan dorong industri tekstil dan alas kaki, karena keduanya memiliki potensi berkembang seiring mulai mahalnya upah buruh di Tiongkok sehingga ada peluang pengalihan pabrik ke sini,” terang dia.

Meski, kata Airlangga, Indonesia harus menghadapi kompetisi dari Vietnam dan Bangladesh karena mereka mendapatkan fasilitas bea masuk 0% karena masuk dalam kategori Less Development Country. Sementara Indonesia harus membayar 12,5% karena Indonesia merupakan anggota G20 dikategorikan sebagai negara maju. “Kalau di industri, 12,5% itu sangat berpengaruh. Jadi ekspor kita ke Amerika maupun Eropa di bawah Vietnam dan Bangladesh,” ungkap dia.

Kawasan Industri
Airlangga mengungkapkan, Kemenperin juga tengah fokus membangun satu kawasan industri di luar Pulau Jawa. Pembangunan kawasan-kawasan industri tersebut dilakukan dengan pendekatan Indonesia sentris dalam rangka mengurangi kesenjangan sekaligus membangun dari pinggiran. Ke-14 kawasan industri yang tengah dikembangkan adalah Sei Mangkei (CPO & Karet), Kuala Tanjung (Alumina), Landak (Feronikel), Palu (Rotan), Bitung (Agro & Logistik), Buli, Haltim (Feronikel), Teluk Bintuni (Petrokimia), Tanggamus (Perkapalan), Ketapang (Alumina), Jorong (Feronikel), Batulicin (Feronikel), Bantaeng (Feronikel), Koonawe (Feronikel), dan Morowali (Feronikel).

“Dari 14 ini, yang sudah beroperasi di Sei Mangkei, Bantaeng, dan Morowali. Untuk tiga tahun ke depan, juga akan dipercepat pembangunan kawasan industri Tanjung Buton, Dumai, Berau (Kalimantan Timur), Tanah Kuning (Kalimantan Utara), JIIPE (Gresik), Kendal, dan Kawasan Industri Terpadu Wilmar (Serang, Banten),” kata dia.





Sumber: Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pembangunan Nasional Harus Didukung SDM Kompeten Berbudaya K3

Pemerintah secara terus meningkatkan pembangunan yang bertujuan memperluas kesempatan kerja.

EKONOMI | 12 Januari 2017

Kemnaker Cabut Izin 45 Perusahaan Penyalur TKI, 199 Diskorsing

Kemnaker cabut izin operasional 45 perusahaan PPTKIS.

EKONOMI | 12 Januari 2017

Jonan: Perusahaan Tambang Asing Wajib Divestasi 51 Persen

Jonan menjelaskan penawaran divestasi saham itu tetap dilakukan berjenjang seperti peraturan sebelumnya.

EKONOMI | 12 Januari 2017

Sediakan Listrik, Pemerintah Tak Boleh Tergantung Swasta

Pemerintah Tak Boleh Tergantung Swasta dalam pembangunan pembangkit listrik untuk mewujudkan target peningkatan kapasitas listrik

EKONOMI | 12 Januari 2017

Rencana Penutupan 9 Pabrik Gula di Jatim Tetap Dilanjutkan

PG yang akan ditutup yaitu Watoetoelis, Toelangan, Meritjaan, Poerwodadie, Redjosarie, Kanigoro, Wringinanom, Olean, dan Pandjie.

EKONOMI | 12 Januari 2017

Kementerian ESDM Berwenang Cabut Izin Ekspor Mineral

Jonan menuturkan, Kementerian ESDM memiliki wewenang mencabut rekomendasi izin ekspor.

EKONOMI | 12 Januari 2017

Pemegang Kontrak Karya Dilarang Ekspor Konsentrat Mulai Hari Ini

Pemerintah melarang perusahaan tambang pemegang Kontrak Karya untuk mengekspor mineral hasil pengolahan alias konsentrat terhitung mulai 12 Januari ini.

EKONOMI | 12 Januari 2017

Redistribusi Lahan Hapus Kesenjangan

Presiden Jokowi perlu segera meneken perpres terkait pelaksanaan reformasi agraria.

EKONOMI | 12 Januari 2017

BRI Bagikan 446.934 Kartu Tani

Setiap petani yang masuk kelompok tani yang terdaftar dan memiliki Kartu Tani dipastikan mendapatkan pupuk bersubsidi tepat waktu dan bantuan lain pemerintah.

EKONOMI | 12 Januari 2017

Isu Bankability Diyakini Jadi Penyebab Proyek PLTGU Jawa 1 Terkatung

Isu "bankability" dalam pembangunan proyek tidak sederhana dan merupakan fenomena gunung es.

EKONOMI | 12 Januari 2017


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS