ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menko Maritim Tinjau Tanjung Priok

Senin, 23 Januari 2017 | 17:13 WIB
HK
B
Penulis: Harso Kurniawan | Editor: B1
Menteri Koordinator Maritim Luhut Binsar Pandjaitan mengunjungi Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (23/1).
Menteri Koordinator Maritim Luhut Binsar Pandjaitan mengunjungi Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (23/1). (Istimewa )

Jakarta – Menteri Koordinator Maritim Luhut Binsar Pandjaitan meninjau Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (23/1). Dalam kunjungan kali ini, Luhut berdiskusi mengenai hal-hal strategis kepelabuhanan, termasuk perkembangan program-program yang sedang berlangsung di PT Pelindo II (IPC) dan anak usaha serta para pemangku kepentingan kepelabuhanan.

Menko Maritim juga meninjau Terminal Penumpang Tanjung Priok, Pusat Percepatan Perizinan Impor dan Ekspor Terpadu (P3IET), Terminal Petikemas JICT, Terminal Petikemas KSO TPK Koja, Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) Graha Segara, Car Terminal PT IKT, Terminal Petikemas Kalibaru, dan Emplasemen KA-JICT.

"Secara konsisten IPC terus berupaya untuk mengembangkan dan meningkatkan berbagai aspek yang secara bertahap menghadirkan pelayanan cepat, mudak diakses, fasilitas fisik yang memadai, dan ramah terhadap stakeholders. Salah satunya adalah dengan perbaikan layanan operasional dan penyediaan infrastruktur dan suprastruktur yang lebih baik," papar Direktur Utama IPC Elvyn G. Masassya.

Upaya peningkatan konektivitas nasional dan kelancaran arus kapal dan barang, termasuk dwelling time, kata dia, juga mendukung berbagai inisiatif dan usaha pembenahan logistik maritim nasional. Sebagai salah satu upaya perbaikan mekanisme koordinasi antara operator pelabuhan dan semua instansi terkait, perusahaan juga mendukung penerapan Inaportnet untuk pelayanan kapal dan pilot project Integrated Billing System (IBS) di Pelabuhan Tanjung Priok pada 2016.

ADVERTISEMENT

Menurut dia, program Inaportnet adalah inisiasi dari Kementerian Perhubungan yang bertujuan mempercepat proses administrasi pelayanan kapal secara on-line antara otoritas pelabuhan serta syahbandar dan operator pelabuhan guna melayani para penguna jasa.

"Integrated Billing System/Single Billing merupakan bagian dari program Kementerian BUMN untuk mengintegrasikan Sistem Pelayanan Jasa Kepelabuhan di seluruh Pelindo I-IV untuk pengguna jasa secara on-line, sehingga akan didapatkan sistem pelayanan yang terpadu dan efisien guna mengoptimalkan biaya logistik sekaligus meningkatkan kemudahan bertransaksi bagi pengguna jasa," papar dia.

Selanjutnya, dia menambahkan, akan dilakukan integrasi Inaportnet dengan Indonesia National Single Window (INSW), sistem yang memungkinkan dilakukannya suatu penyimpanan data dan informasi secara tunggal, Dengan adanya INSW, pengguna jasa dapat melakukan tracking dengan mudah dari sisi dokumen perizinan serta pergerakan dan status peti kemas impor atau ekspor, sehingga pengguna jasa dapat langsung merespons kendala.

"Perusahaan senantiasa mendukung program-program Pemerintah dalam perbaikan dan pembangunan sektor kepelabuhanan dan logistik maritim. Dalam pelaksanaannya, perusahaan juga membutuhkan kolaborasi dan dukungan penuh pemerintah maupun para pemangku kepentingan lainnya," kata dia.

Ke depan, Elvin berharap dapat dibangun keselarasan persepsi dalam menangani berbagai isu sektor kepelabuhanan di Indonesia, termasuk kapasitas, kinerja, teknologi informasi, aksesibilitas hinterland, konektivitas antarmoda, hingga perencanaan secara lebih terintegrasi. Hal ini akan memberikan nilai tambah kepada perekonomian nasional.





Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon