ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Perihal Global Bond, DPR Akan Panggil Direksi Lama Pelindo II

Kamis, 23 Februari 2017 | 17:23 WIB
CF
FB
Penulis: Carlos Roy Fajarta | Editor: FMB
Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi dan jajaran terkait seperti PT Pelni, PT Pelindo II meninjau langsung kapal tol laut logistik rute Jakarta-Natuna di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, 25 Oktober 2016.
Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi dan jajaran terkait seperti PT Pelni, PT Pelindo II meninjau langsung kapal tol laut logistik rute Jakarta-Natuna di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, 25 Oktober 2016. (BeritaSatu Photo/Carlos Roy Fajarta)

Jakarta - Panitia Khusus (Pansus) Angket DPR berencana akan memanggil jajaran Direksi lama dari PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II perihal persoalan obligasi global (global bond) yang saat ini sedang dalam kajian oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

DPR meminta agar tanggungan beban pembayaran bunga dari dana global bond yang mencapai triliunan jangan sampai membebani finansial perusahaan pelabuhan terbesar di Indonesia itu dan dapat segera dimanfaatkan untuk progress pengembangan dan pembangunan infrastruktur pelabuhan yang dikelola Pelindo II.

Ketua Pansus Pelindo II Rieke Diah Pitaloka, mengingatkan agar direksi saat ini jangan semakin dalam terjerumus dalam permasalahan pelik global bond yang terus membelit keuangan dari perusahaan yang berkantor pusat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara itu.

"Bunga dari dana pinjaman global bond itu sangat fantastis mencapai puluhan triliun yang disebabkan karena kelalaian direksi di manajemen lalu, tapi kami minta direksi saat ini tidak berpangku tangan dan segera melakukan upaya perbaikan," ujar Rieke, Kamis (23/2) saat rapat Pansus di DPR.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, Politisi PDIP itu berencana untuk memanggil manajemen direksi lama untuk meminta data-data global bond tersebut dan memastikan tidak ada oknum yang mengambil keuntungan dari pinjaman global bond itu.

"Apabila peruntukan dana pinjaman global bond. Tidak sesuai yang tertera dalam perjanjian prospektus maka akan ada persoalan hukum. Saya minta Direksi di bawah Pak Elvyn (Direktur Utama Pelindo II, Elvyn G. Masassya) gunakan dana ini untuk proyek infrastruktur pelabuhan bukannya untuk membeli produk finansial," tuturnya.

Apalagi katanya, dokumen-dokumen historis terkait global bond Pelindo II tidak dimiliki oleh direksi baru dan manajemen perusahaan saat ini.

Sementara itu, Anggota Pansus Nasril Bahar meminta Pelindo II fokus pada persoalan dana global bond dan tidak terlalu bergantung pada keuntungan yang didapat dari perpanjangan kontrak JICT.

"Kami masih melakukan investigasi dan menunggu rekomendasi dari BPK perihal perpanjangan JICT, jadi kami harapkan Direksi fokus dalam pemanfaatan tepat guna dari dana global bond," kata Nasril.

Direktur Utama Pelindo II, Elvyn G. Masassya, mengakui bahwa dana pinjaman sebesar Rp 1 triliun per tahun untuk dana global bond memang sangat besar. Ia juga tidak mengetahui alasan pasti direksi lama menyetujui peminjaman dana itu.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon