Emas Global Tergerus Sentimen Komentar Pejabat The Fed
Jumat, 3 Maret 2017 | 08:13 WIB
Chicago- Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange ditutup turun tajam pada Kamis waktu setempat atau Jumat pagi WIB (3/2) karena komentar pejabat Federal Reserve AS (The Fed) mengisyaratkan kenaikan suku bunga pada Maret. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman April turun US$ 17,1 (1,37 persen) menjadi US$ 1.232,90 per ounce.
Gubernur Federal Reserve Lael Brainard saat ia berpidato di Kennedy School at Harvard University setelah penutupan pasar Rabu (1/3) menyatakan, kenaikan suku bunga akan terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Maret. Investor percaya the Fed akan menaikkan suku bunga dari 0,75 ke 1,00.
Menurut alat Fedwatch CME Group, probabilitas tersirat saat ini untuk menaikkan suku bunga mencapai 78 persen pada pertemuan Maret dan 70 persen untuk pertemuan Mei.
Emas di bawah tekanan lebih lanjut karena laporan klaim pengangguran mingguan yang dirilis Departemen Tenaga Kerja AS pada Kamis menunjukkan klaim pengangguran awal turun 19.000 ke level 223.000 pada minggu yang berakhir 25 Februari. Analis mencatat bahwa angka ini jauh lebih baik dari perkiraan.
Dolar AS juga bergerak naik sebagai reaksi terhadap komentar Fed, sehingga indeks dolar AS naik 0,4 persen menjadi 102,18 pada pukul 19.15 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama. Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah. Jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi investor.
Perak untuk pengiriman Mei turun 74,1 sen (4,01 persen) menjadi US$ 17,748 per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun US$ 29 (2,85 persen) menjadi US$ 989,90 per ounce.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




