Bank Yudha Bhakti dan BFI Finance Siapkan Aksi Korporasi
Senin, 17 April 2017 | 23:37 WIB
Jakarta - PT Bank Yudha Bhakti Tbk (BBYB) dan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) tengah berencana melaksanakan aksi korporasi dalam waktu dekat. Dari sisi Bank Yudha Bhakti baru saja meraih persetujuan dari pemegang saham untuk melaksanakan rights issue dengan rencana penerbitan tiga miliar saham. Sementara, BFI Finance berencana melakukan emisi obligasi senilai Rp 1 triliun pada semester II-2017.
Direktur Utama Bank Yudha Bhakti, Arifin Indra Sulistyanto, mengatakan, dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) telah ada persetujuan bahwa perseroan akan melakukan penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) sebelum Juni mendatang. Pada waktu yang sama, selain rights issue, Bank Yudha Bhakti pun berniat menerbitkan waran seri II sebanyak 896.485.421 saham.
"Setelah persetujuan ini, kami akan memproses pengurusan izin rights issue ke Bursa Efek Indonesia (BEI). Setelah itu, perseroan akan berupaya meraih izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," kata Arifin di Jakarta, Senin (17/4).
Perihal rencana rights issue, Arifin mengatakan, perseroan menargetkan dapat meraih tambahan modal pada Juni mendatang. Oleh sebab itu, pada semester I ini Bank Yudha Bhakti akan berupaya merampungkan aksi korporasi.
"Cuma karena belum mengurus dan meraih persetujuan efektif di OJK, kami belum dapat mengungkapkan target harga saham pelaksanaan HMETD. Intinya, perseroan berencana untuk naik ke golongan BUKU (bank umum kegiatan usaha) II melalui right issue pada 2017," tegas dia.
Berdasarkan data laporan keuangan Desember 2016, posisi modal inti (Tier I) Bank Yudha Bhakti telah menyentuh Rp 534,56 miliar. Guna menjadi bank berkategori BUKU II, emiten bank ini membutuhkan tambahan modal sekitar Rp 500 miliar.
Sebelumnya, Direktur Kepatuhan Bank Yudha Bhakti Iim Wardiman mengakui, potensi dana yang perseroan bidik melalui rights issue berkisar Rp 400 miliar hingga Rp 500 miliar. Adapun, sampai kuartal I-2017 pemegang saham mayoritas Bank Yudha Bhakti terdiri dari PT Gozco Capital dengan porsi 39,90 persen dan PT Asabri 35,22 persen. Dari sisi Asabri, sebelumnya tengah berencana untuk menaikkan porsi saham hingga 40 persen.
Direktur Keuangan dan Investasi Asabri, Hari Setianto, menuturkan, sebagai pemegang saham perseroan ingin membawa bank itu, menjadi perusahaan yang sehat, efisien, dan modern. Pasalnya, Bank Yudha Bhakti merupakan perpanjangan tangan Asabri dalam hal memberikan pelayanan manfaat asuransi, dan pensiun kepada peserta asuransi.
"Jika berbicara mengenai porsi saham di Bank Yudha Bhakti, kami masih mempelajari untuk menambah porsi atau tidak. Pada dasarnya, dalam hal rights issue atau waran, Asabri selalu akan mengambil rights perseroan," tegas dia.
Adapun, ia mengungkapkan, sampai kini porsi investasi Asabri di instrumen saham telah mencapai 30 persen dari total dana investasi. Di samping bank, perseroan juga menjadi pemegang saham di PT Hanson International Tbk (MYRX).
"Dalam hal investasi di saham, kami akan fokus di emiten LQ45 dan perusahaan BUMN (badan usaha milik negara) maupun anak usahanya," papar Hari.
Emisi PUB
Sementara, berbeda dengan Bank Yudha Bhakti, dari sisi BFI Finance mengaku akan kembali mengemisi penawaran umum berkelanjutan (PUB) III Tahap I pada sekitar semester II-2017.
Direktur BFI Finance, Sudjono, mengaku, pihaknya berencana menerbitkan obligasi dengan nilai yang sama dengan PUB III Tahap I pada Oktober 2016, yakni Rp 1 triliun.
Adapun, PUB III BFI Finance memiliki plafon sebesar Rp 5 triliun. Seiring dengan distribusi PUB III Tahap I pada 2016, kini sisa plafon obligasi perseroan mencapai Rp 4 triliun.
"Untuk semester I kami belum akan menerbitkan obligasi, tapi rencana tersebut ada pada semester II mendatang. Hanya saja, penjelasan detilnya kami akan sampaikan dalam publik ekspose hasil RUPS, yang dilaksanakan 18 April 2017," tegasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




