Emas Global Turun Imbas The Fed
Kamis, 4 Mei 2017 | 07:56 WIB
Chicago- Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange ditutup melemah pada perdagangan Rabu waktu setempat atau Kamis pagi WIB (4/5) menyusul Federal Reserve AS (The Fed) mempertahankan tingkat suku bunganya tidak berubah.
Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni tergelincir US$ 8,5 (0,68 persen) menjadi US$ 1.248,50 per ounce.
Indeks dolar AS naik sebesar 0,12 persen menjadi 99,07 pada pukul 18.00 GMT. Indeks tersebut merupakan ukuran dolar terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya. Emas dan dolar AS biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan turun, karena emas yang diukur dengan dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor.
Kecenderungan turunnya emas berjangka juga merupakan akibat dari reli di pasar saham. Dow Jones Industrial Average mempertahankan tren positif untuk sebagian besar waktu sesi pagi. Indeks Dow Jones Industrial Average menguat tipis 8,01 poin atau 0,04 persen pada 20.957,9 poin. Para analis mencatat bahwa ketika nilai ekuitas menguat, logam mulia biasanya turun.
Logam mulia melemah karena dolar AS menguat terhadap mata uang lainnya menyusul pernyataan kebijakan moneter The Fed. Mengingat realisasi dan ekspektasi kondisi pasar tenaga kerja dan inflasi, The Fed memutuskan mempertahankan target tingkat suku bunga acuan (federal funds) pada 0,75 hingga 1,00 persen.
"Sikap kebijakan moneter tetap akomodatif, sehingga mendukung beberapa penguatan kondisi pasar tenaga kerja dan imbal hasil berkelanjutan terhadap inflasi 2,0 persen," kata The Fed
The Fed melihat perlambatan pertumbuhan selama kuartal pertama cenderung bersifat sementara.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




