Reliance Upayakan Kembali Nego Pembelian Saham WOM Finance
Jumat, 5 Mei 2017 | 13:15 WIB
Jakarta-PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) memutuskan untuk mengakhiri perjanjian jual beli saham bersyarat (conditional shares purchase agreement/CSPA) dengan PT Reliance Capital Management (RCM) atas kepemilikan saham di PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF). Kendati, pihak RCM menyatakan bahwa rencana pembelian saham WOM Finance dari Maybank Indonesia belum berakhir.
Head of Corporate Affair Reliance Capital Management Gatot Subagio mengatakan, perseroan berpendapat bahwa Maybank Indonesia tidak memiliki dasar hukum untuk mengakhiri CSPA secara sepihak, dan RCM tidak menyetujui pengakhiran perjanjian. tersebut. Namun, pihaknya telah menggunakan haknya sesuai CSPA untuk memperpanjang masa berlakunya CSPA dimaksud.
"Mengingat CSPA antara Reliance Capital Management dengan Maybank Indonesia masih berlangsung, jadi rencana akuisisi saham Maybank Indonesia di WOM Finance belum berakhir. Untuk itu, kami masih bersedia dan memiliki keinginan serta kemampuan untuk menyelesaikan transaksi segera setelah syarat pendahuluan dipenuhi, dan dengan itikad baiknya saat ini masih dalam tahap proses negosiasi agar transaksi dapat selesai," ungkap Gatot dalam keterangan tertulis yang dikutip di Jakarta, Jumat (5/5).
Secara terpisah, Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria menuturkan, sebelumnya perseroan dan RCM baru menandatangani CSPA. Sehingga, jika ada kondisi yang tidak terpenuhi tentu masih bisa batal.
Untuk itu seiring keputusan mengakhiri perjanjian CSPA, Maybank Indonesia membuka peluang bagi semua pihak untuk menjadi calon pembeli saham perseroan di WOM Finance. "Semua pihak, termasuk juga Reliance Capital Management dan perusahaan di luar sektor keuangan. Kami masih terbuka untuk membicarakan kondisi baru terkait penjualan saham di WOM Finance," jelas Taswin kepada Investor Daily.
Sebelumnya melalui keterbukaan informasi, pada awal Januari 2017 Maybank Indonesia mengumumkan penandatanganan CSPA dengan Reliance Capital Management. Dalam rencana lalu, perseroan berniat divestasi (pelepasan) seluruh saham di WOM Finance, dengan potensi nilai transaksi Rp 673,77 miliar. Saat itu, Maybank Indonesia meyakini realisasi penjualan saham anak usaha dapat rampung pada kuartal I-2017.
Adapun, pada Maret 2017 WOM Finance membukukan laba bersih sebesar Rp 27,74 miliar. Secara yoy, laba tersebut menanjak 34,92 persen (yoy) dibanding periode sama pada 2016 yang sebesar Rp 20,76 miliar. Dua faktor utama kenaikan profit emiten berkode WOMF itu, adalah efisiensi dan perbaikan rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF). Khusus NPF, perseroan berhasil menurunkan dari posisi 3,34 persen pada kuartal I-2016 menjadi 2,96 persen pada kuartal I-2017.
Adapun, Chief Financial Officer Reliance Capital Management atau Reliance Group Iman Pribadi pernah menyatakan, ke depan pihaknya berniat mendorong WOM Finance untuk berkembang dalam hal pembiayaan otomotif dan multiguna. Sementara perusahaan multifinance Reliance Group yang sudah ada sebelumnya, PT Usaha Pembiayaan Reliance Indonesia (Reliance Finance) akan fokus untuk penyaluran pembiayaan perumahan dan anjak piutang (factoring).
"Antara Reliance Finance dan WOM Finance tidak akan ada merger, sebaliknya kami akan membiarkan mereka fokus di bisnis masing-masing. Secara bisnis proses memang berbeda, tapi kedua perusahaan itu dapat saling bersinergi karena memiliki segmen konsumen pembiayaan yang sama," ungkap dia.
Untuk prospek bisnis jangka panjang, menurut Iman, Reliance Group memiliki visi untuk menjadi financial services hypermarket untuk mid-low segmentation di Indonesia. Sehingga, keputusan untuk membeli seluruh saham Maybank Indonesia di WOM Finance, sudah sesuai dengan rencana dan strategi jangka panjang Reliance Group.
"Namun, dalam waktu dekat jika transaksi rampung, kami belum ada rencana menambah modal untuk WOM Finance maupun Reliance Finance karena permodalan kedua perusahaan multifinance itu masih cukup. Hanya sejalan dengan ekspansi ke depan, Reliance Group pasti akan memberikan tambahkan modal jika kedua perusahaan itu membutuhkan," tegas dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




