ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kuartal I 2012, Dana Kelola TRAM Tembus Rp4 T

Selasa, 17 April 2012 | 15:17 WIB
IH
B
Ilustrasi: reksa dana
Ilustrasi: reksa dana (Antara)
Dibandingkan pencapaian hingga akhir Desember 2011 yang tercatat sebanyak Rp3,6 triliun, peningkatan AUM hingga akhir kuartal I meningkat sekitar 10 persen

Dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) PT Trimegah Asset Management (TRAM) hingga kuartal I 2012 tumbuh sekitar 37 persen mencapai Rp4 Triliun dibandingkan hingga Maret 2011 yang tercatat mencapai Rp2,52 triliun.

Sementara jika dibandingkan pencapaian hingga akhir Desember 2011 yang tercatat sebanyak Rp3,6 triliun, peningkatan AUM hingga akhir kuartal I meningkat sekitar 10 persen.

Menurut Denny R. Thaher Direktur Utama TRAM, peningkatan AUM tersebut didorong oleh bertambahnya jumlah nasabah, dan melesatnya kinerja produk-produk TRAM.

“Sampai kuartal I 2012, mayoritas produk reksadana kami mampu menghasilkan return diatas indeks saham maupun deposito. Faktor ini cukup berperan dalam mendorong pertumbuhan dana kelolaan TRAM,” katanya, dalam keterangan tertulis di Jakarta, hari ini.

Denny mencontohkan, selama triwulan I–2011, produk TRAM Equity Focus dan TRIM Syariah Saham berhasil mencatat return masing-masing sekitar 14,23 persen dan 13,01 persen. Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam periode tersebut hanya naik sekitar 7,83 persen.

“Produk lain seperti TRIM Kapital Plus dan TRAM Consumption Plus juga menghasilkan return lebih tinggi dibandingkan IHSG,” ujarnya.

Meningkatnya kinerja produk-produk TRAM tersebut, lanjut Denny, merupakan hasil dari strategi pengelolaan dana dari tim investasi yang cukup solid. Dengan mengandalkan sumber daya manusia (SDM) terbaik di bidang pasar modal, TRAM senantiasa berusaha memberikan manfaat maksimal kepada para nasabah dengan risiko yang terukur.

“Kami tidak hanya mengejar return tinggi, tapi juga memastikan bahwa risiko investasinya tetap bisa dikelola dan dipertanggungjawabkan kepada nasabah,” tuturnya.

Sampai akhir tahun 2012, TRAM menargetkan dana kelolaan senilai Rp5,5 triliun, meningkat dibandingkan tahun 2011 sebesar Rp3,6 Triliun. Denny menambahkan, tahun ini pertumbuhan laba (earning growth) emiten di bursa bisa mencapai sekitar 17 persen. Sementara IHSG berpotensi menguat hingga 15,25 persen ke level 4.400.

Untuk mewujudkan target di tahun ini, selain mengandalkan produk lama dan akan merilis produk baru TRAM juga berusaha memaksimalkan jaringan pemasaran.

Sampai saat ini TRAM memiliki kantor cabang sebanyak 17 kantor cabang di 13 kota. Selain itu, TRAM juga menjalin kerjasama dengan sejumlah bank untuk memasarkan produk-produk perusahaan.

 

 

 


Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon