RI-Selandia Baru Pacu Kerjasama Panas Bumi
Selasa, 17 April 2012 | 16:35 WIB
Indonesia menyambut baik semangat yang muncul untuk kerjasama di bidang ekonomi untuk bisa ditingkatkan mengingat potensi Indonesia yang berkembang dan juga keunggulan-keunggulan yang dimiliki Selandia Baru
Indonesia dan Selandia Baru menjalin kerjasama baru untuk meningkatkan hubungan kerjasama kedua negara.
Perdana Menteri Selandia Baru John Key hadir di Istana Merdeka hari ini dalam kunjungan kenegaraan atas undangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Setelah disambut dalam upacara kenegaraan, kedua kepala negara pun melanjutkan dengan pertemuan tatap muka dan bilateral bersama delegasi dari kedua negara.
Menurut Yudhoyono, hubungan antara Indonesia dan Selandia Baru saat ini sudah terjalin dengan baik dan terus berkembang ke arah yang positif. Dalam pertemuan hari ini kedua kepala negara bersepakat untuk meningkatkan kerjasama dan kemitraan yang lebih signifikan di tahun-tahun mendatang.
”Indonesia menyambut baik semangat yang muncul untuk kerjasama di bidang ekonomi untuk bisa ditingkatkan mengingat potensi Indonesia yang berkembang dan juga keunggulan-keunggulan yang dimiliki Selandia Baru bisa dikombinasikan untuk kepentingan bersama baik bagi Selandia Baru dan Indonesia,” ujar Yudhoyono, dalam keterangan pers bersama di Istana Merdeka, hari ini.
Ia mengatakan, volume perdagangan antara Indonesia dan Selandia Baru saat ini sudah mencapai US$1,1 miliar. Dirinya yakin Indonesia dan Selandia Baru memiliki potensi investasi dan perdagangan lainnya yang bisa ditingkatkan lima hingga 10 tahun mendatang. Pemerintah akan memberikan fasilitas dan peraturan untuk membantu kerjasama agar bisa memberikan hasil yang signifikan.
Di dalam pertemuan ini, kedua kepala negara bersepakat untuk meningkatkan kerjasama di bidang pendidikan melalui kerjasama antar universitas. Selain itu, Yudhoyono juga menyampaikan kedua negara ingin bersama-sama mengembangkan energi panas bumi dalam lima hingga 10 tahun mendatang. Menurutnya, Selandia Baru memiliki keunggulan dalam bidang panas bumi.
”Kita undang mereka bekerjasama dalam bentuk joint investment ataupun technical cooperation dan bentuk kerjasama yang lain yang membawa manfaat bagi kedua negara,” tutur Yudhoyono.
Bidang kerjasama lainnya yang ingin ditingkatkan adalah dalam bidang peternakan. Tidak hanya livestock perdagangan sapi tapi juga untuk meningkatkan pasokan untuk memenuhi permintaan domestik yang meningkat seiring dengan pasar konsumen menengah Indonesia yang semakin berkembang.
Kepada Key, Yudhoyono juga menyampaikan keinginan Indonesia untuk bekerjasama dengan kawasan Pasifik Barat Daya dan Pasifik Selatan di masa mendatang.
Di dalam pertemuan ini, kedua negara juga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk kerjasama dalam bidang tenaga kerja, lingkungan hidup, pertanian dan energi geotermal. Keempat nota kesepahaman tersebut ditanda tangani oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, Menteri Lingkungan Hidup Balthazar Kambuaya, Menteri Pertanian Suswono dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik bersama dengan Menteri Perdagangan Selandia Baru Tim Groser di hadapan Yudhoyono dan Key.
Sementara itu, PM Key mengatakan Selandia Baru sangat menyambut kerjasama dengan Indonesia yang disebutnya sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi yang cepat. Hubungan yang baik antara kedua negara, terutama dengan ditandatanganinya Perjanjian Perdagangan Bebas antara Australia, Selandia Baru dan negara-negara anggota ASEAN bisa memberikan manfaat yang nyata.
Selandia Baru percaya bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat Indonesia. Menurut Key, perusahaan-perusahaan dari negara Kiwi tersebut ingin berbagi pasar, teknologi dan kemampuan bersama Indonesia.
”Kami melihat banyaknya kesempatan untuk bekerja bersama masyarakat Indonesia. Kerjasama yang terjalin dalam bidang pendidikan, pertanian, teknologi dan energi bisa menguntungkan kedua negara,” ujarnya Key.
Indonesia dan Selandia Baru menjalin kerjasama baru untuk meningkatkan hubungan kerjasama kedua negara.
Perdana Menteri Selandia Baru John Key hadir di Istana Merdeka hari ini dalam kunjungan kenegaraan atas undangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Setelah disambut dalam upacara kenegaraan, kedua kepala negara pun melanjutkan dengan pertemuan tatap muka dan bilateral bersama delegasi dari kedua negara.
Menurut Yudhoyono, hubungan antara Indonesia dan Selandia Baru saat ini sudah terjalin dengan baik dan terus berkembang ke arah yang positif. Dalam pertemuan hari ini kedua kepala negara bersepakat untuk meningkatkan kerjasama dan kemitraan yang lebih signifikan di tahun-tahun mendatang.
”Indonesia menyambut baik semangat yang muncul untuk kerjasama di bidang ekonomi untuk bisa ditingkatkan mengingat potensi Indonesia yang berkembang dan juga keunggulan-keunggulan yang dimiliki Selandia Baru bisa dikombinasikan untuk kepentingan bersama baik bagi Selandia Baru dan Indonesia,” ujar Yudhoyono, dalam keterangan pers bersama di Istana Merdeka, hari ini.
Ia mengatakan, volume perdagangan antara Indonesia dan Selandia Baru saat ini sudah mencapai US$1,1 miliar. Dirinya yakin Indonesia dan Selandia Baru memiliki potensi investasi dan perdagangan lainnya yang bisa ditingkatkan lima hingga 10 tahun mendatang. Pemerintah akan memberikan fasilitas dan peraturan untuk membantu kerjasama agar bisa memberikan hasil yang signifikan.
Di dalam pertemuan ini, kedua kepala negara bersepakat untuk meningkatkan kerjasama di bidang pendidikan melalui kerjasama antar universitas. Selain itu, Yudhoyono juga menyampaikan kedua negara ingin bersama-sama mengembangkan energi panas bumi dalam lima hingga 10 tahun mendatang. Menurutnya, Selandia Baru memiliki keunggulan dalam bidang panas bumi.
”Kita undang mereka bekerjasama dalam bentuk joint investment ataupun technical cooperation dan bentuk kerjasama yang lain yang membawa manfaat bagi kedua negara,” tutur Yudhoyono.
Bidang kerjasama lainnya yang ingin ditingkatkan adalah dalam bidang peternakan. Tidak hanya livestock perdagangan sapi tapi juga untuk meningkatkan pasokan untuk memenuhi permintaan domestik yang meningkat seiring dengan pasar konsumen menengah Indonesia yang semakin berkembang.
Kepada Key, Yudhoyono juga menyampaikan keinginan Indonesia untuk bekerjasama dengan kawasan Pasifik Barat Daya dan Pasifik Selatan di masa mendatang.
Di dalam pertemuan ini, kedua negara juga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk kerjasama dalam bidang tenaga kerja, lingkungan hidup, pertanian dan energi geotermal. Keempat nota kesepahaman tersebut ditanda tangani oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, Menteri Lingkungan Hidup Balthazar Kambuaya, Menteri Pertanian Suswono dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik bersama dengan Menteri Perdagangan Selandia Baru Tim Groser di hadapan Yudhoyono dan Key.
Sementara itu, PM Key mengatakan Selandia Baru sangat menyambut kerjasama dengan Indonesia yang disebutnya sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi yang cepat. Hubungan yang baik antara kedua negara, terutama dengan ditandatanganinya Perjanjian Perdagangan Bebas antara Australia, Selandia Baru dan negara-negara anggota ASEAN bisa memberikan manfaat yang nyata.
Selandia Baru percaya bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat Indonesia. Menurut Key, perusahaan-perusahaan dari negara Kiwi tersebut ingin berbagi pasar, teknologi dan kemampuan bersama Indonesia.
”Kami melihat banyaknya kesempatan untuk bekerja bersama masyarakat Indonesia. Kerjasama yang terjalin dalam bidang pendidikan, pertanian, teknologi dan energi bisa menguntungkan kedua negara,” ujarnya Key.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




