ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Stabilisasi Harga, Bulog Siapkan 2 Juta Ton Beras

Rabu, 17 Mei 2017 | 16:04 WIB
B
YD
Penulis: BeritaSatu | Editor: YUD
Beras bulog.
Beras bulog. (Antara/Muhammad Arif Pribadi)

Jakarta- Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita bersama Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti meluncurkan Gerakan Stabilisasi Pangan hari ini, Rabu (17/05) di Gudang Bulog Divre DKI Jakarta dan Banten di Kelapa Gading, Jakarta. Gerakan ini merupakan upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan dengan menyebar pasokan ke sejumlah pasar di seluruh Indonesia. Komoditi yang dijual dalam gerakan ini adalah beras (kualitas medium dan premium), gula, minyak goreng, daging beku, bawang merah dan bawang putih serta komoditi lokal lainnya.

Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti di Jakarta, Rabu (17/5) menyatakan, pihaknya menyiapkan apa yang diinginkan pemerintah berupa bahan pangan pokok. "Penyediaan pangan pokok ini tidak hanya di Jakarta, tapi dari Sabang sampai Merauke," kata Djarot ketika melakukan pencanangan Gerakan Stabilisasi Pangan di Kantor Bulog Divre DKI Jakarta dan Banten yang juga dihadiri Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Bulog sebagai penyedia stok pemerintah telah menyiapkan stok cukup untuk kebutuhan Gerakan Stabilitasi Pangan dengan total stok beras 2 juta ton lebih, gula 320.000 ton, daging beku 37.000 ton, minyak goreng 207.000 liter, bawang merah 60 ton, bawang putih 62 ton. Khusus untuk bawang merah dan bawang putih, pemerintah akan terus menambah stok melalui penyerapan dari produksi dalam negeri maupun impor.

"Khusus untuk bawang merah dan bawang putih akan terus bertambah stoknya dengan penyerapan produksi dalam negeri dan impor," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Pada kesempatan tersebut Dirut Bulog Djarot Kusumayakti dan Mendag Enggartiasto Lukita melepas sebanyak 20 truk berisi bahan pangan utama seperti beras, gula, minyak goreng dan daging menuju sejumlah pasar-pasar di DKI Jakarta.

Hal itu, guna menjaga stabilisasi pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dengan mengibarkan bendera bertuliskan "Gerakan Stabilisasi Pangan" yang sekaligus sebagai tanda diluncurkan Gerakan Stabilisasi Pangan yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan, pihaknya memberikan dukungan terhadap Gerakan Stabilisasi Pangan."Kami sangat setuju. Ini yang kita inginkan. Bukan hanya kali ini saja pemerintah memberikan penugasan kepada Bulog. Tapi Bulog ternyata lebih cepat mengambil langkah inisiatif," ujarnya.

Enggar menegaskan bahwa koordinasi yang dilakukan dengan Bulog tidak hanya dilakukan saat menjelang Ramadan saja. Enggar juga mengingatkan fungsi Bulog tidak hanya ketika harga naik, tapi juga ketika harga turun terlalu jauh yang sekiranya dapat merugikan petani atau pelaku usaha kecil lainnya di sektor pangan.

Mendag menjamin, saat Ramadan dan Lebaran nanti tidak akan terjadi lonjakan harga yang berlebihan, mengingat stok pangan yang dimiliki pemerintah cukup besar.

Oleh karena itu, dia mengingatkan kepada distributor/pedagang agar tidak mempermainkan harga pangan, dan pihaknya tidak akan segan-segan mencabut izin jika masih ada yang nakal.

"Jangan berpikir mereka akan bisa berdagang lagi. Satgas Pangan juga siap mengambil tindakan. Spekulan bukan hanya akan rugi, tapi mereka akan berhadapan dengan hukum," tukasnya.

Mengenai kebijakan-kebijakan pemerintah yang dilakukan dalam menjaga stabilitas harga ini, pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia Ninasapti Triaswati menilai ini sebagai langkah yang positif. "Jika pemerintah punya aturan, memang harus ditegakkan," tegasnya dalam mendukung langkah yang dilakukan pemerintah.





Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Bulog Siap Gelontorkan 1,3 Juta Ton Beras untuk Stabilkan Harga

Bulog Siap Gelontorkan 1,3 Juta Ton Beras untuk Stabilkan Harga

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon