ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pangsa Pasar 4,4%, Industri Alas Kaki Tembus 5 Besar Dunia

Minggu, 21 Mei 2017 | 12:53 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Direktur Industri Kecil dan Menengah Kimia, Sandang, Aneka dan Kerajinan Kementerian Perindustrian E. Ratna Utarianingrum pada Indo Leather & Footwear (ILF) 2017 Expo di JIEXPO, Jakarta. Kemperin mendukung penuh inisiatif dunia usaha dan asosiasi untuk memperluas pasar alas kaki, misalnya penyelenggaraan pameran bertaraf internasional dalam bidang Sepatu, Kulit dan Fashion.
Direktur Industri Kecil dan Menengah Kimia, Sandang, Aneka dan Kerajinan Kementerian Perindustrian E. Ratna Utarianingrum pada Indo Leather & Footwear (ILF) 2017 Expo di JIEXPO, Jakarta. Kemperin mendukung penuh inisiatif dunia usaha dan asosiasi untuk memperluas pasar alas kaki, misalnya penyelenggaraan pameran bertaraf internasional dalam bidang Sepatu, Kulit dan Fashion. (Humas Kemperin)

Jakarta- Industri alas kaki, produk kulit dan pakaian jadi merupakan sektor strategis sekaligus prioritas untuk dikembangkan karena berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Hal tersebut dibuktikan melalui capaian produk domestik bruto (PDB) kelompok industri ini yang naik dari Rp 31,44 triliun pada 2015 menjadi Rp 35,14 triliun tahun 2016.

"Berarti industri ini menyumbang sekitar 0,28 persen terhadap penerimaan negara," kata Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian (Kemperin) Gati Wibawanigsih saat ditemui di Jakarta, Minggu (21/5).

Untuk itu, Kemperin aktif memacu produktivitas dan daya saing pelaku IKM agar bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri dan memperluas ekspor.

Gati mengungkapkan, untuk sektor industri alas kaki, Indonesia berhasil menduduki posisi ke-5 sebagai eksportir di dunia setelah Tiongkok, India, Vietnam, dan Brasil. Adapun market share-nya (pangsa pasar) di skala global mencapai 4,4 persen. Bahkan, berdasarkan data Trade Map, pertumbuhan ekspor positif dari US$ 4,85 miliar pada tahun 2015 atau naik 3,3 persen menjadi US$ 5,01 miliar tahun 2016. "Peningkatan ekspor alas kaki Indonesia melebihi pertumbuhan ekspor dunia yang hanya 0,19 persen," paparnya.

ADVERTISEMENT

Gati mencontohkan, Ekuator, sepatu premium lokal berkualtas internasional diyakini mampu menembus pasar global ke depannya. "Sepatu yang dirintis oleh Kemperin melalui Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) ini telah memenuhi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) hingga 80 persen. Pada akhir tahun 2017, Ekuator akan hadir pada salah satu trade show bergengsi di Eropa," tuturnya.

Direktur IKM Kimia, Sandang, Aneka dan Kerajinan Kemperin E Ratna Utarianingrum menyampaikan, pertumbuhan alas kaki didorong karena tren fashion yang cepat berkembang. "Pada tahun 2020, pangsa pasar alas kaki nasional ditargetkan sebesar 10 persen ke pasar dunia," ucapnya.

Ratna menuturkan, industri alas kaki nasional lebih banyak dihasilkan oleh industri besar dan menengah baik dari segi nilai maupun produksi. Untuk sebaran industri kecil dan mikro alas kaki di seluruh Indonesia, sebanyak 82 persen berada di Jawa Barat dan Jawa Timur. Konsentrasi sektor tersebut di Jawa Barat, meliputi Bogor, Bandung, dan Tasikmalaya. Sedangkan Jawa Timur, berada di Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, dan Magetan.

Namun untuk industri penyamakan kulit di dalam negeri, tantangan yang dihadapi di antaranya kekurangan bahan baku kulit mentah. Pasalnya, pasokan domestik baru memenuhi sekitar 36 persen dari total kapasitas industri penyamakan kulit. Selain itu, prosedur karantina untuk kulit dan pembatasan asal negara impor kulit. Kemudian, tingginya ketergantungan impor bahan baku, bahan penolong dan aksesoris, sehingga kenaikan kurs dollar juga sangat berpengaruh terhadap struktur biaya produksi alas kaki.

Untuk meningkatkan daya saing, Kemperin memberikan fasilitasi pendampingan dan restrukturisasi mesin. Selain itu, menyusun program pendidikan vokasi industri untuk menciptakan tenaga kerja yang kompeten.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Airlangga Sebut Industri Alas Kaki Nasional Tahan Gejolak Global

Airlangga Sebut Industri Alas Kaki Nasional Tahan Gejolak Global

EKONOMI
Inovasi Dorong Daya Saing Industri Sepatu dan Alas Kaki Nasional

Inovasi Dorong Daya Saing Industri Sepatu dan Alas Kaki Nasional

EKONOMI
Ini Alasan Pemerintah Kebut Perjanjian Perdagangan Bebas

Ini Alasan Pemerintah Kebut Perjanjian Perdagangan Bebas

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon