ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kupon Obligasi Bank Mantap Rp 3 T Ditawarkan 8,25%-9%

Rabu, 24 Mei 2017 | 14:10 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Dirut PT Bank Mandiri Taspen Pos (Bank Mantap) Josephus Triprakoso usai paparan publik obligasi Bank Mantap di Jakarta Rabu 24 Mei 2017.
Dirut PT Bank Mandiri Taspen Pos (Bank Mantap) Josephus Triprakoso usai paparan publik obligasi Bank Mantap di Jakarta Rabu 24 Mei 2017. (Whisnu Bagus)

Jakarta- PT Bank Mandiri Taspen Pos (Bank Mantap) merilis obligasi I berkelanjutan senilai maksimal Rp 3 triliun dalam dua seri yakni tenor tiga dan lima tahun.

"Penerbitan obligasi sebagai bagian upaya diversifikasi dan perbaikan struktur pendanaan bank dalam jangka panjang 15-20 tahun sesuai kebutuhan pembiaayaan," kata Direktur Utama Bank Mantap Josephus K Triprakoso di Jakarta, Rabu (24/5).

Dia mengatakan, perseroan membutuhkan perbaikan struktur pendanaan karena mayoritas dana pihak ketiga (DPK) saat ini dalam bentuk deposito.

Obligasi berperingkat AA dari Fitch’s Rating terdiri dari 2 seri, yakni seri A dengan tenor 3 tahun dengan kisaran kupon 8,25 persen sampai 8,75 persen. Sementara seri B bertenor 5 tahun dengan kisaran kupon 8,5 persen sampai 9 persen. Bertindak sebagai penjamin emisi obligasi yakni, PT Mandiri Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT Bahana Sekuritas, dan PT Danareksa Sekuritas.

ADVERTISEMENT

Rencananya, penawaran awal obligasi perusahaan patungan Bank Mandiri, Taspen dan Pos Indonesia ini dimulai pada 24 Mei hingga 8 Juni 2017. Sedangkan penawaran umum diperkirakan pada 4 Juni 2017 hingga 6 Juli 2017 dan direncanakan untuk pencatatan obligasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 12 Juli 2017.

Josephus mengatakan, pada tahun ini Bank Mantap menargetkan kredit Rp 9,6 triliun atau naik signifikan dibanding tahun 2016 sebesar Rp 4,9 triliun. Sementara hingga April 2017 kredit yang disalurkan sudah mencapai Rp 2,5 triliun.

Menurutnya, pada tahun ini Bank Mantap akan meningkatkan kredit pada segmen pensiunan PNS dan TNI/Polri sekitar 75 persen, sementara sisanya 25 persen untuk segmen usaha mikro kecil menengah (UMKM). "Kalau tahun lalu komposisi pensiun dan UMKM fifty fifty," kata Josephus.

Untuk laba bersih 2017 Josephus mengungkapkan perseroan menargetkan sebesar Rp 156 miliar atau naik tiga kali lipat dari tahun lalu sebesar Rp 51,3 miliar.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon