ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

UGM-Unram: KBK Pakan Sapi Penurun Kolesterol Daging

Jumat, 26 Mei 2017 | 12:03 WIB
LK
B
Penulis: L Gora Kunjana | Editor: B1
Ilustrasi daging sapi
Ilustrasi daging sapi (Istimewa)

Yogyakarta - Kulit buah kakao (KBK) yang banyak ditemukan di sekitar lingkungan peternak dicampur dengan jerami jagung sebagai pakan utama sapi ternyata bisa menjadi pakan yang mampu menurunkan tingkat kolesterol daging sapi.

Inilah hasil temuan Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Fapet Universitas Mataram (Unram) seperti disampaikan Peneliti Senior Fapet UGM Edi Suryanto PhD dalam siaran persnya, di Kampus Fapet UGM, Yogyakarta, Kamis (25/5).

"Hasil penelitian di Fapet UGM dan Fapet Unram menunjukkan bahwa sapi Bali yang diberi pakan KBK dicampur dengan jerami jagung, mempunyai rata-rata kandungan kadar kolesterol 62,5 mg/100g," ujar dia.

Menurut dia, secara umum sapi Bali yang pakan utamanya tidak dicampur KBK mempunyai rata-rata kandungan kadar kolesterol 80-100 mg/100g. Karena itu, menurunnya tingkat kolesterol daging sapi dipastikan akan menurunkan konsumsi daging berkolesterol tinggi bagi masyarakat yang mengkonsumsi daging tersebut.

ADVERTISEMENT

"Memasuki Bulan Ramadan biasanya masyarakat mengkonsumsi daging sapi cukup banyak. Karena itu, sangat perlu diperhatikan kadar kolesterol yang dikandung dalam daging sapi, supaya tetap sehat dan bugar selama saat menjalankan ibadah puasa," ungkap Edi.

Dampak KBK
Selain itu, kata dia, dampak lain pencampuran KBK ke dalam pakan ternak sapi juga menghasilkan beberapa kelebihan. Pertama, kandungan karkas (daging dan tulang) tercatat sebesar 52,4%. Kedua, area mata rusuk atau rib eye area daging sapi seluas 58,6 cm2.

"Karena itu, untuk mencapai hasil penurunan kolesterol yang maksimal, KBK perlu difermentasi sehingga meningkatkan kualitas dan kecernaan KBK jadidapat dikonsumsi sapi secara optimal," terang Edi.

Meski demikian, ia mengakui, saat ini pakan ternak selalu kurang atau langka di musim kemarau. Sementara, produksi KBK sangat melimpah di Indonesia dan dapat diberikan pada sapi untuk memenuhi kebutuhan pakan sapi, sehingga sapi dapat tumbuh dan memproduksi daging yang optimal dan rendah kolesterol.

"Oleh karena itu, kulit buah kakao perlu diproses dan disosialisasikan pada peternak untuk menjadi pakan sapi. Integrasi antara peternakan sapi dan perkebunan kakao perlu dilakukan sehingga integrasi dan kolaborasi bidang peternakan dan perkebunan dapat menjadi solusi kekurangan pakan di musim kemarau," terang Edi.

Ia menambahkan, peternakan sapi akan menjadi lebih bergairah dan dapat menopang pemerintah dalam rangka swasembada daging di dalam negeri. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi positif bagi peternak di Indonesia khususnya untuk meningkatkan kualitas daging sapi sekaligus memanfaatkan kondisi kekurangan pakan di musim kemarau.
"Pemikiran ini sebaiknya diimplementasikan secara efektif. Sehingga target dan kolaborasi pemerintah dengan akademisi terwujud optimal," tandas Edi.

Kontribusi Konkret
Senada dengan itu, Pengamat Kebijakan Publik Bidang Sosial Masyarakat dari Universitas Indonesia (UI) Sri Handiman Supyansuri mengapresiasi langkah Fapet UGM-Unram dalam memberikan edukasi penting kepada masyarakat, khususnya dalam peningkatan kualitas daging sapi.

Ia mengatakan, upaya pencegahan meningkatnya jumlah masyarakat yang mengidap berbagai penyakit sebagai akibat tingginya kadar kolesterol, harus dilakukan sejak awal. Bahkan sejak memilih jenis konsumsi yang akan dinikmati.

"Ini namanya upaya preventif yang sederhana namun penting untuk dilakukan. Dan Fapet UGM-Unram telah berkontribusi besar dalam hal ini. Artinya juga, kampus-kampus lain di seluruh Indonesia harus berani berkontribusi aktif seperti kedua kampus itu, terutama dalam membangun sumber daya manusia melalui asupan konsumsi masyarakat," jelas Handiman.

Ia menambahkan, khusus menghadapi bulan puasa saat ini dan menjelang Hari Raya Idul Fitri, masyarakat harus terus diedukasi untuk menjaga tubuh dan rohaninya, baik melalui konsumsi makanan maupun melalui konsumsi ibadah yang dijalankan.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kisah Pengusaha Pakan Ternak dari Ponorogo Ini Buktikan KUR BRI Bisa Bikin Usaha Berkembang

Kisah Pengusaha Pakan Ternak dari Ponorogo Ini Buktikan KUR BRI Bisa Bikin Usaha Berkembang

EKONOMI
UMKM Gresik Ekspor Limbah Kulit Cokelat yang Disulap Jadi Pakan Ternak

UMKM Gresik Ekspor Limbah Kulit Cokelat yang Disulap Jadi Pakan Ternak

JAWA TIMUR

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon