KBRI Gelar Enam Forum Perdagangan-Investasi di China
Minggu, 22 April 2012 | 02:50 WIB
Memaksimalkan potensi volume perdagangan, kerja sama bisnis dan ekonomi Indonesia-China.
Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk China dan Mongolia akan menggelar forum Perdagangan, Pariwisata dan Investasi (Trade, Tourism and Investment /TTI) di enam kota di China pada 2012.
"Kegiatan rutin itu bertujuan memaksimalkan potensi volume perdagangan, kerja sama bisnis dan ekonomi Indonesia-China," kata Duta Besar RI untuk China dan Mongolia Imron Cotan di Kota Minqing, Provinsi Fujian, Sabtu malam (21/40) waktu setempat.
Berbicara pada Malam Indonesia 2012 ia mengatakan untuk 2012, KBRI Beijing akan mengadakan enam forum TTI di Beijing pada 18 Mei 2012 dan Hangzhou pada 21 Mei 2012.
Kegiatan serupa juga akan dilakukan di kota-kota lain seperti, Chengdu, Hongkong dan Donguan, RRT, serta Ulan Bataar di Mongolia.
Dalam kegiatan TTI tersebut diadakan forum bisnis dan investasi, yang memfasilitasi pertemuan dan penjajakan kerja sama antara pelaku bisnis Indonesia dan Tiongkok.
Kegiatan TTI dua tahun terakhir difokuskan pada investasi pembangunan berbagai proyek infrastruktur dan transportasi di seluruh Indonesia.
"Hal itu dilakukan KBRI Beijing untuk sepenuhnya mendukung Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025, yang menargetkan investasi dan pembangunan jalan, pelabuhan, jalur kereta api, lapangan terbang dan pembangkit listrik diseluruh Indonesia," kata Imron.
Selain temu bisnis dan klinik investasi, kegiatan TTI juga dimeriahkan dengan pagelaran seni dan budaya guna mendukung promosi pariwisata Indonesia di China.
Imron mengemukakan, di tengah melemahnya kondisi perekonomian global akibat krisis finansial berkepanjangan di Eropa dan Amerika Serikat, perdagangan Indonesia dan China justru mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan.
Berdasarkan data Pemerintah China volume perdagangan RI-China pada 2011 mencapai 60,58 miliar dolar AS.
Total investasi China di Indonesia pada 2011 mencapai 1 miliar dolar AS. Nilai investasi China di Indonesia saat ini belum mencerminkan kapasitas ekonomi China, yang "outward direct investment"-nya mencapai US$ 60,1 miliar dolar AS.
"Idealnya nilai investasi China di Indonesia dapat mencapai 2 miliar dolar AS per tahun dan terus meningkat, serta difokuskan pada proyek skala besar yang memberikan penambahan nilai terhadap produk Indonesia (value added), diantaranya dalam bidang pembangunan infrastruktur.
Terkait itu, tambah Imron Cotan, sejak 2010, KBRI Beijing secara berkala melaksanakan forum Trade, Tourism and Investment (TTI) promosi sekaligus pagelaran seni dan budaya di berbagai kota besar di Tiongkok.
"Hal itu penting untuk memperkuat kerja sama bilateral antara Pemerintah RI dengan China, serta mempertemukan pejabat pemerintah dan pelaku-pelaku bisnis Indonesia dengan mitra mereka di China," tuturnya.
Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk China dan Mongolia akan menggelar forum Perdagangan, Pariwisata dan Investasi (Trade, Tourism and Investment /TTI) di enam kota di China pada 2012.
"Kegiatan rutin itu bertujuan memaksimalkan potensi volume perdagangan, kerja sama bisnis dan ekonomi Indonesia-China," kata Duta Besar RI untuk China dan Mongolia Imron Cotan di Kota Minqing, Provinsi Fujian, Sabtu malam (21/40) waktu setempat.
Berbicara pada Malam Indonesia 2012 ia mengatakan untuk 2012, KBRI Beijing akan mengadakan enam forum TTI di Beijing pada 18 Mei 2012 dan Hangzhou pada 21 Mei 2012.
Kegiatan serupa juga akan dilakukan di kota-kota lain seperti, Chengdu, Hongkong dan Donguan, RRT, serta Ulan Bataar di Mongolia.
Dalam kegiatan TTI tersebut diadakan forum bisnis dan investasi, yang memfasilitasi pertemuan dan penjajakan kerja sama antara pelaku bisnis Indonesia dan Tiongkok.
Kegiatan TTI dua tahun terakhir difokuskan pada investasi pembangunan berbagai proyek infrastruktur dan transportasi di seluruh Indonesia.
"Hal itu dilakukan KBRI Beijing untuk sepenuhnya mendukung Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025, yang menargetkan investasi dan pembangunan jalan, pelabuhan, jalur kereta api, lapangan terbang dan pembangkit listrik diseluruh Indonesia," kata Imron.
Selain temu bisnis dan klinik investasi, kegiatan TTI juga dimeriahkan dengan pagelaran seni dan budaya guna mendukung promosi pariwisata Indonesia di China.
Imron mengemukakan, di tengah melemahnya kondisi perekonomian global akibat krisis finansial berkepanjangan di Eropa dan Amerika Serikat, perdagangan Indonesia dan China justru mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan.
Berdasarkan data Pemerintah China volume perdagangan RI-China pada 2011 mencapai 60,58 miliar dolar AS.
Total investasi China di Indonesia pada 2011 mencapai 1 miliar dolar AS. Nilai investasi China di Indonesia saat ini belum mencerminkan kapasitas ekonomi China, yang "outward direct investment"-nya mencapai US$ 60,1 miliar dolar AS.
"Idealnya nilai investasi China di Indonesia dapat mencapai 2 miliar dolar AS per tahun dan terus meningkat, serta difokuskan pada proyek skala besar yang memberikan penambahan nilai terhadap produk Indonesia (value added), diantaranya dalam bidang pembangunan infrastruktur.
Terkait itu, tambah Imron Cotan, sejak 2010, KBRI Beijing secara berkala melaksanakan forum Trade, Tourism and Investment (TTI) promosi sekaligus pagelaran seni dan budaya di berbagai kota besar di Tiongkok.
"Hal itu penting untuk memperkuat kerja sama bilateral antara Pemerintah RI dengan China, serta mempertemukan pejabat pemerintah dan pelaku-pelaku bisnis Indonesia dengan mitra mereka di China," tuturnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




