BKPM: Realisasi Investasi Kuartal I Rp71,2 T
Senin, 23 April 2012 | 12:32 WIB
Angka realisasi ini meningkat 32,8 persen dibanding periode yang sama tahun 2011 hanya Rp53,6 triliun
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat total realisasi investasi triwulan I-2012 (Januari-Maret) Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp71,2 triliun.
Angka realisasi ini meningkat 32,8 persen dibanding periode yang sama tahun 2011 hanya Rp53,6 triliun.
"Pertumbuhan realisasi investasi didorong upaya peningkatan pemerataan investasi ke seluruh wilayah melalui berbagai kebijakan yang memperlihatkan hasil menggembirakan," kata Kepala BKPM Gita Wirjawan, di Gedung BKPM, Senin.
Gita menjelaskan tingginya penanaman modal tercermin dari realisasi investasi luar Jawa yang hampir mendekati separuh dari total realisasi investasi.
Realisasi penanaman modal sepanjang tiga bulan pertama 2012 terdiri atas investasi PMA sebesar Rp51,5 triliun yang naik 30,3 persen dibanding periode sama tahun 2011 Rp39,5 triliun.
"Realisasi investasi PMA pada triwulan I 2012 ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah PMA," tegas Gita.
Sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp19,7 triliun 39,7 persen dari sebelumnya Rp14,1 triliun.
Berdasarkan sektor usaha lima besar investasi PMDN meliputi pertambangan Rp5,8 triliun, industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi Rp2,5 triliun, tanaman pangan dan perkebunan Rp2,3 triliun, industri kertas, barang dari kertas dan percetakan Rp1,6 triliun, transportasi, gudang dan telekomunikasi Rp1,4 triliun.
Sedangkan PMA lima investasi terbesar yaitu sektor usaha pertambangan 1,1 miliar dolar AS, tranportasi gudang dan telekomunikasi 0,8 miliar dolar AS, tanaman pangan dan perkebunan 0,5 miliar dolar AS, industri logam dasar.
Kemudian barang logam, mesin dan elektronik 0,5 miliar dolar AS, industri alat angkutan dan transportasi lainnya 0,4 miliar dolar AS.
Sedangkan berdasarkan lokasi proyek, realisasi investasi PMDN terbesar yaitu Jawa Timur sebesar Rp3,8 triliun, DKI Jakarta Rp3,1 triliun, Kalimantan Timur Rp2,3 triliun, Sumatera Utara Rp1,4 triliun, Kalimantan Tengah Rp1,4 triliun.
Adapun realisasi investasi berdasarkan lokasi proyek PMA yaitu DKI Jakarta 1,2 miliar dolar AS, Jawa Barat 1,1 miliar dolar AS, Banten 0,6 miliar dolar AS, Sulawesi Selatan 0,4 miliar dolar AS, Nusa Tenggara Barat 0,4 miliar dolar AS.
BKPM juga mencatat 5 negara dengan realisasi PMA terbesar adalah Singapura 1,2 miliar dolar AS, Jepang 0,6 miliar dolar AS, Korea Selatan 0,5 miliar dolar AS, British Virgin Islands 0,3 miliar dolar AS dan Belanda 0.3 miliar dolar AS.
Selama triwulan I 2012, total penyerapan tenaga kerja di Indonesia dari realisasi investasi mencapai 358.385 orang meningkat dibanding periode sama sebanyak 196.906 orang.
Penyerapan tenaga kerja pada proyek PMDN sebanyak 250.711 orang, sedangkan PMA 250.711 orang.
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat total realisasi investasi triwulan I-2012 (Januari-Maret) Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp71,2 triliun.
Angka realisasi ini meningkat 32,8 persen dibanding periode yang sama tahun 2011 hanya Rp53,6 triliun.
"Pertumbuhan realisasi investasi didorong upaya peningkatan pemerataan investasi ke seluruh wilayah melalui berbagai kebijakan yang memperlihatkan hasil menggembirakan," kata Kepala BKPM Gita Wirjawan, di Gedung BKPM, Senin.
Gita menjelaskan tingginya penanaman modal tercermin dari realisasi investasi luar Jawa yang hampir mendekati separuh dari total realisasi investasi.
Realisasi penanaman modal sepanjang tiga bulan pertama 2012 terdiri atas investasi PMA sebesar Rp51,5 triliun yang naik 30,3 persen dibanding periode sama tahun 2011 Rp39,5 triliun.
"Realisasi investasi PMA pada triwulan I 2012 ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah PMA," tegas Gita.
Sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp19,7 triliun 39,7 persen dari sebelumnya Rp14,1 triliun.
Berdasarkan sektor usaha lima besar investasi PMDN meliputi pertambangan Rp5,8 triliun, industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi Rp2,5 triliun, tanaman pangan dan perkebunan Rp2,3 triliun, industri kertas, barang dari kertas dan percetakan Rp1,6 triliun, transportasi, gudang dan telekomunikasi Rp1,4 triliun.
Sedangkan PMA lima investasi terbesar yaitu sektor usaha pertambangan 1,1 miliar dolar AS, tranportasi gudang dan telekomunikasi 0,8 miliar dolar AS, tanaman pangan dan perkebunan 0,5 miliar dolar AS, industri logam dasar.
Kemudian barang logam, mesin dan elektronik 0,5 miliar dolar AS, industri alat angkutan dan transportasi lainnya 0,4 miliar dolar AS.
Sedangkan berdasarkan lokasi proyek, realisasi investasi PMDN terbesar yaitu Jawa Timur sebesar Rp3,8 triliun, DKI Jakarta Rp3,1 triliun, Kalimantan Timur Rp2,3 triliun, Sumatera Utara Rp1,4 triliun, Kalimantan Tengah Rp1,4 triliun.
Adapun realisasi investasi berdasarkan lokasi proyek PMA yaitu DKI Jakarta 1,2 miliar dolar AS, Jawa Barat 1,1 miliar dolar AS, Banten 0,6 miliar dolar AS, Sulawesi Selatan 0,4 miliar dolar AS, Nusa Tenggara Barat 0,4 miliar dolar AS.
BKPM juga mencatat 5 negara dengan realisasi PMA terbesar adalah Singapura 1,2 miliar dolar AS, Jepang 0,6 miliar dolar AS, Korea Selatan 0,5 miliar dolar AS, British Virgin Islands 0,3 miliar dolar AS dan Belanda 0.3 miliar dolar AS.
Selama triwulan I 2012, total penyerapan tenaga kerja di Indonesia dari realisasi investasi mencapai 358.385 orang meningkat dibanding periode sama sebanyak 196.906 orang.
Penyerapan tenaga kerja pada proyek PMDN sebanyak 250.711 orang, sedangkan PMA 250.711 orang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




