Manajer Investasi Asal AS, Black Rock, Berminat Danai Proyek LRT
Jumat, 4 Agustus 2017 | 18:19 WIB
Jakarta - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, perusahaan pembiayaan asal Amerika Serikat, BlackRock berminat untuk masuk dalam pembiayaan proyek kereta api ringan (light rail transit/LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek).
Menurut Luhut, perusahaan pembiayaan asing tersebut berminat lantaran proyek LRT Jabodebek memiliki Internal Rate of Return (IRR) yang tinggi menyusul teknologi moving block yang digunakan dalam menjalankan operasional keretanya nanti.
"BlackRock saja, fund manager besar dunia, yang punya kapitalisasi sampai US$ 5,3 triliun, itu sudah ingin masuk di sini (proyek LRT Jobodebek). Jadi ingin juga mem-financing proyek ini karena dilihat proyek ini sangat bagus," kata Luhut usai meninjau pembangunan proyek LRT jalur Cibubur-Cawang, Jumat (4/8).
Adapun sejauh ini ada 5 bank yang akan mendanai pembiayaan proyek LRT Jabodebek, yakni Bank Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga dan BCA. BlackRock sendiri tengah mengkaji untuk masuk ke dalam porsi pembiayaan pinjaman yang kini menjadi 70% bagian dari investor.
Menurut Luhut, ketertarikan lembaga internasional mendanai proyek LRT tak lepas dari upaya pemerintah menjadikan proyek tersebut menarik di mata investor.
"Proyek ini sangat bagus. Kalau bisa, maka berarti akan ada multiplier effect. Mereka (Black Rock) sudah tidak ragu, karena pemerintah Indonesia sudah berubah dalam menangani proyek. Sudah melihat detail," jelas Luhut.
Luhut mengaku, proses pembicaraan antara kedua belah pihak sampai saat ini masih terus berjalan. Pemerintah pun sejauh ini masih mencari skema pendanaan yang tepat, apakah melalui kerja sama kredit (sindikasi) atau skema lainnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




