Presiden Serahkan Bibit Padi Unggul dan Orasi Ilmiah di IPB
Rabu, 6 September 2017 | 10:46 WIB
Bogor- Presiden Joko Widodo (Jokowi) direncanakan menyerahkan bantuan benih bibit padi unggul jenis IPB-3S kepada sejumlah kepala daerah yang telah berkomitmen dalam pengembangan varietas tersebut di daerahnya. Bantuan diserahkan pada rangkaian Sidang Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-54 IPB, di Kampus Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/9).
Varietas padi IPB-3S merupakan hasil inovasi Dr Hajrial Aswidinoor, peneliti Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian IPB, dan sudah diresmikan lima tahun lalu melalui SK Menteri Pertanian tentang pelepasan varietas. Keunggulan varietan IPB-3S adalah panen rata-rata tujuh ton per hektare, potensi bisa sampai 11,2 ton per hektare, tahan hama tungro, baik ditanam pada lahan irigasi atau tadah hujan, dan jumlah gabah per malai kurang lebih 223 butir.
Dalam Sidang Terbuka Dies Natalis IPB yang mengangkat tema "Pengarusutamaan Pertanian untuk Kedaulatan Pangan Indonesia", Presiden Jokowi menyampaikan orasinya.
Rektor IPB Prof Herry Suhardiyanto MSc mengatakan tahun ini menentukan bagi IPB untuk berperan sebagai penggerak prima pengarusutamaan pertanian dalam pembangunan di Indonesia. "Dalam kegiatan Dies Natalis ke-54 IPB ini, kami menginginkan agar para pemangku kebijakan menempatkan isu pertanian dan pangan menjadi fokus bersama demi kemajuan bangsa dan negara," kata Herry.
Herry menegaskan momentum Dies Natalis ke-54 IPB diharapkan dapat diisi dengan rangkaian kegiatan yang membawa seluruh sivitas akademika, para alumni, para pemangku kepentingan, dapat mengingat kembali sejarah dan latar belakang berdiri IPB. Ia mengatakan, IPB didirikan dengan gagasan dan visi para pendiri bangsa yang memandang bahwa pendidikan tinggi pertanian penting dalam mewujudkan bangsa yang adil, makmur, dan sejahtera. "Melalui pendidikan pertanian, akan dihasilkan teknologi budi daya yang baik, inovasi teknologi pertanian, dan berbagai pemikiran sebagai dasar kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan petani," kata Herry.
Herry mengatakan, IPB dituntut untuk memberikan solusi atas berbagai masalah yang dihadapi bangsa dan umat manusia. "IPB juga harus selalu meningkatkan relevansi program akademik yang dijalankannya," kata Herry.
Untuk itu, lanjutnya, IPB telah menetapkan agenda riset yang meliputi pangan, energi, ekologi, penanggulangan kemiskinan dan biomedis. Dengan agenda riset ini, IPB lebih mudah mengarahkan tema penelitian sehingga konvergen menghasilkan inovasi dan rekomendasi kebijakan sebagai solusi persoalan bangsa. "IPB menyadari bahwa inovasi merupakan bagian penting dalam era global," katanya lagi.
Herry menambahkan, IPB selalu berkomitmen untuk menghasilkan inovasi yang berguna bagi bangsa dan negara. "Inovasi telah terbukti menjadi penggerak perekonomian di banyak negara," kata Herry.
Sidang terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-54 IPB dihadiri sejumlah pejabat dan berbagai instansi, selain ribuan akademisi IPB baik mahasiswa maupun dosen.
Tampak hadir Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, serta Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




