Pengamat: Inflasi Cenderung Meningkat 0,2 Persen
Senin, 30 April 2012 | 10:41 WIB
Perkiraan tersebut naik dibanding realisasi inflasi pada Maret 2012 di level 0,07 persen, dan tahunan mencapai 3,97 persen.
Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan akan mengumumkan inflasi bulan April besok. PT Mandiri Seckuritas memperkirakan, inflasi April akan berada di kisaran 0,2 persen, sedangkan secara tahunan (year on year/yoy)) mencapai 4,49 persen.
"Perkiraan inflasi tahunan itu sejalan konsensus perkiraan inflasi bulanan," kata Ekonom Mandiri Sekuritas, Aldian Taloputra seperti dikutip dalam risetnya, hari ini.
Perkiraan tersebut naik dibanding realisasi inflasi pada Maret 2012 di level 0,07 persen, dan tahunan mencapai 3,97 persen.
Aldian mengungkapkan, kenaikan inflasi bulan April dipicu harga pangan secara yang secara rata-rata meningkat, meskipun harga beras cenderung terus turun karena musim panen. Sementara itu, inflasi inti diperkirakan bergerak mendatar (flat) akibat penurunan harga emas.
Menurutnya, inflasi April akan menjadi indikator penting yang dijadikan pijakan pemerintah untuk menerapkan kebijakan pembatasan bahan bakar minyak (BBM). Dengan tingginya inflasi April dibanding Maret, akan mendorong kenaikan harga menjelang penerapan kebijakan pembatasan tersebut.
Sementara dalam aktifitas ekspor impor, akan terjadi peningkatan nilai perdadangan menyusul naiknya harga komoditas. Mandiri Sekuritas memperkirakan, ekspor akan tumbuh 7,1 persen (y0y) dan impor tumbuh mencapai 17,3 persen (yoy). Dengan demikian, surplus perdagangan menjadi U$$ 500 juta di Maret 2012.
Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan akan mengumumkan inflasi bulan April besok. PT Mandiri Seckuritas memperkirakan, inflasi April akan berada di kisaran 0,2 persen, sedangkan secara tahunan (year on year/yoy)) mencapai 4,49 persen.
"Perkiraan inflasi tahunan itu sejalan konsensus perkiraan inflasi bulanan," kata Ekonom Mandiri Sekuritas, Aldian Taloputra seperti dikutip dalam risetnya, hari ini.
Perkiraan tersebut naik dibanding realisasi inflasi pada Maret 2012 di level 0,07 persen, dan tahunan mencapai 3,97 persen.
Aldian mengungkapkan, kenaikan inflasi bulan April dipicu harga pangan secara yang secara rata-rata meningkat, meskipun harga beras cenderung terus turun karena musim panen. Sementara itu, inflasi inti diperkirakan bergerak mendatar (flat) akibat penurunan harga emas.
Menurutnya, inflasi April akan menjadi indikator penting yang dijadikan pijakan pemerintah untuk menerapkan kebijakan pembatasan bahan bakar minyak (BBM). Dengan tingginya inflasi April dibanding Maret, akan mendorong kenaikan harga menjelang penerapan kebijakan pembatasan tersebut.
Sementara dalam aktifitas ekspor impor, akan terjadi peningkatan nilai perdadangan menyusul naiknya harga komoditas. Mandiri Sekuritas memperkirakan, ekspor akan tumbuh 7,1 persen (y0y) dan impor tumbuh mencapai 17,3 persen (yoy). Dengan demikian, surplus perdagangan menjadi U$$ 500 juta di Maret 2012.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




