Kemhub Siapkan 113 Trayek Kapal Perinitis Tahun Depan
Selasa, 3 Oktober 2017 | 18:30 WIB
Bogor - Kementerian Perhubungan (Kemhub) akan menambah jumlah trayek angkutan laut perintis menjadi 113 trayek pada tahun depan. Penambahan trayek ini sejalan dengan telah selesainya pembangunan kapal perintis baru sebanyak 10 unit pada 2016 dan 50 unit pada akhir Desember 2017 nanti.
Hal itu disampaikan oleh Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Bay M Hasani saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pelayaran Perintis di Sentul Bogor pada Selasa (3/10).
Bay menjelaskan, pemerintah pada tahun ini melayani 96 trayek angkutan laut perintis. Sebanyak 46 trayek di antaranya dilayani oleh PT Pelni melalui penugasan dan 50 trayek lainnya dilayani oleh perusahaan pelayaran swasta lewat lelang.
"Adapun untuk tahun 2018, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut juga akan meningkatkan pelayanan dengan menambah trayek angkutan laut perintis menjadi 113 trayek," kata Bay dalam siaran pers, Selasa (3/10).
Bay mengatakan, pihaknya terus berupaya meningkatkan pelayanan angkutan laut perintis, baik dari segi jumlah armada kapal, trayek kapal, maupun anggarannya. Tetapi, dia belum menyebutkan, nilai anggaran pelaksanaan angkutan laut perintis pada 2018.
"Untuk alokasi anggaran terus meningkat, yaitu jika pada tahun 2016 anggaran untuk penyelenggaraan perintis sebesar Rp 930,99 miliar, meningkat pada tahun 2017 menjadi Rp 943,99 miliar yang terdiri dari anggaran untuk kapal yang dioperasikan oleh PT Pelni sebesar Rp 512,92 miliar dan kapal swasta sebesar Rp 431,07 miliar," ujar Bay.
Untuk diketahui, pada 2016, total trayek angkutan laut perintis adalah sebanyak 96 trayek, dengan perincian 54 trayek dilayani kapal negara dan 42 trayek lainnya dilayani armada swasta.
Sementara itu, Kasubdit Angkutan Laut Dalam Negeri Kemenhub Wisnu Handoko mengatakan, penyelenggaraan angkutan laut perintis bertujuan untuk mendorong pengembangan daerah, meningkatkan konektivitas antar pulau, dan pemerataan pembangunan.
"Secara umum angkutan laut perintis di Indonesia saat ini sudah berjalan lancar dan hanya beberapa hal yang perlu ditingkatkan seperti ketersediaan galangan kapal dan ketersediaan kapal pengganti," kata Wisnu.
Saat ini, lanjut Wisnu, ketersediaan galangan kapal sekitar 70 persen ada di wilayah Indonesia bagian barat. Sedangkan 82 persen dari seluruh jumlah kapal perintis yang dioperasikan berada di wilayah Indonesia bagian timur. Kondisi ini membuat mobilitas kapal membutuhkan waktu yang cukup lama.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




