Anggota DPR Nilai Menhub Tak Serius Sikapi Kecelakaan Maut KA di Bekasi
Rabu, 13 Mei 2026 | 17:08 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ketidakhadiran Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam rapat kerja Komisi V DPR yang membahas kecelakaan maut kereta api di Bekasi memicu protes sejumlah anggota dewan, salah satunya Syaifudin Asmoro.
Syaifudin menyampaikan dua alasan yang dikemukakan pihak Kementerian Perhubungan atas ketidakhadiran tersebut, yakni belum diterimanya hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan alasan kesehatan.
"Ada dua alasan tadi yang disampaikan, pertama, karena belum menerima hasil dari KNKT; kedua, alasan kesehatan. Menurut saya, hal itu menunjukkan ketidakseriusan menteri perhubungan terhadap tanggung jawab dan kewajibannya dalam menyikapi berbagai kecelakaan transportasi yang belakangan terjadi, khususnya di jalur kereta api," ujar Syaifudin dalam raker di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/226).
Ia menegaskan persoalan ini tidak bisa dianggap remeh karena menyangkut keselamatan jiwa manusia dan tanggung jawab negara.
"Saya memandang ini persoalan serius. Ini menyangkut nyawa manusia dan tanggung jawab negara terhadap keselamatan transportasi di Indonesia. Tanggung jawab utamanya tentu berada di Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia untuk kasus perkeretaapian," katanya.
Syaifudin pun meminta pimpinan rapat mengambil sikap tegas dan menjadwalkan ulang pertemuan tersebut.
"Karena itu, kami berharap kepada pimpinan rapat, sesuai tata tertib yang berlaku, agar memberikan pandangan tegas terhadap ketidakhadiran Menteri Perhubungan dan menjadwalkan ulang rapat ini. Namun, perlu dicatat ini sudah menjadi peringatan dari Komisi V kepada menteri perhubungan," ujarnya.
Ia juga menyoroti ketimpangan kehadiran dalam rapat tersebut. Sejumlah instansi terkait, mulai dari Basarnas hingga kepolisian, hadir dalam rapat. Namun, leading sector yang menjadi fokus utama pembahasan justru tidak hadir.
"Oleh sebab itu, saya berpandangan pembahasan rapat ini sebaiknya tidak dilanjutkan terlebih dahulu. Terima kasih," pungkas Syaifudin.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




