Jelang IPO, Facebook Adakan "Roadshow"
Rabu, 2 Mei 2012 | 09:31 WIB
Sempat diragukan agenda IPO-nya setelah membeli Instagram, namun Facebook tampaknya tetap siap "melantai" pertengahan bulan ini.
Facebook tampaknya sudah siap untuk menjalani debut historisnya yang bernilai multi-miliaran-dolar, di (bursa saham) Wall Street pada 18 Mei mendatang.
Sebagaimana dilaporkan Wall Street Journal (WSJ), Selasa (1/5) waktu setempat, eksekutif perusahaan jejaring sosial itu bahkan sudah mengagendakan roadshow keuangan pada pekan depan, dengan mengunjungi sejumlah kota besar. Koran bursa itu juga menyebut bahwa tujuan dari roadshow terutama adalah berjumpa sejumlah investor potensial untuk membicarakan prospek Facebook ke depan.
Lebih jauh, WSJ juga menyebut bahwa jika roadshow ini berjalan lancar, maka Facebook akan jadi meluncur di lantai bursa pada 18 Mei, atau setidaknya dalam 1-2 hari setelah itu.
Sebelumnya, momen pasti pelaksanaan IPO Facebook sempat diragukan, terutama setelah perusahaan itu menghabiskan dana besar untuk membeli Instagram. Itu belum termasuk pengeluaran sekitar US$550 yang harus dikeluarkan untuk membayar hak paten kepada Microsoft.
Pembelian dan pengeluaran sebesar itu dari sebuah perusahaan, biasanya mendorong Komisi Keamanan Bursa Amerika Serikat (AS) untuk me-review ulang dokumen-dokumen IPO. Seperti diketahui, berdasarkan berkas SEC yang dimasukkan, Facebook akan resmi melantai di (bursa) NASDAQ di bawah simbol dagang "FB". Diprediksi, Facebook bisa mendapatkan US$10 miliar dari langkah itu -- rekor bagi sebuah IPO perusahaan internet di Wall Street.
Dalam data SEC terbarunya, Facebook mencatatkan hingga akhir kuartal (pertama) ini, jumlah penggunanya telah meningkat menjadi 901 juta. Facebook sendiri diketahui masih menjadi situs jejaring sosial terpopuler di hampir semua negara dunia, terkecuali di enam negara yang di antaranya adalah China dan Rusia. Perusahaan yang didirikan Mark Zuckerberg ini diprediksi bernilai antara US$75-100 miliar.
Facebook tampaknya sudah siap untuk menjalani debut historisnya yang bernilai multi-miliaran-dolar, di (bursa saham) Wall Street pada 18 Mei mendatang.
Sebagaimana dilaporkan Wall Street Journal (WSJ), Selasa (1/5) waktu setempat, eksekutif perusahaan jejaring sosial itu bahkan sudah mengagendakan roadshow keuangan pada pekan depan, dengan mengunjungi sejumlah kota besar. Koran bursa itu juga menyebut bahwa tujuan dari roadshow terutama adalah berjumpa sejumlah investor potensial untuk membicarakan prospek Facebook ke depan.
Lebih jauh, WSJ juga menyebut bahwa jika roadshow ini berjalan lancar, maka Facebook akan jadi meluncur di lantai bursa pada 18 Mei, atau setidaknya dalam 1-2 hari setelah itu.
Sebelumnya, momen pasti pelaksanaan IPO Facebook sempat diragukan, terutama setelah perusahaan itu menghabiskan dana besar untuk membeli Instagram. Itu belum termasuk pengeluaran sekitar US$550 yang harus dikeluarkan untuk membayar hak paten kepada Microsoft.
Pembelian dan pengeluaran sebesar itu dari sebuah perusahaan, biasanya mendorong Komisi Keamanan Bursa Amerika Serikat (AS) untuk me-review ulang dokumen-dokumen IPO. Seperti diketahui, berdasarkan berkas SEC yang dimasukkan, Facebook akan resmi melantai di (bursa) NASDAQ di bawah simbol dagang "FB". Diprediksi, Facebook bisa mendapatkan US$10 miliar dari langkah itu -- rekor bagi sebuah IPO perusahaan internet di Wall Street.
Dalam data SEC terbarunya, Facebook mencatatkan hingga akhir kuartal (pertama) ini, jumlah penggunanya telah meningkat menjadi 901 juta. Facebook sendiri diketahui masih menjadi situs jejaring sosial terpopuler di hampir semua negara dunia, terkecuali di enam negara yang di antaranya adalah China dan Rusia. Perusahaan yang didirikan Mark Zuckerberg ini diprediksi bernilai antara US$75-100 miliar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




