Gunung Agung Meletus, Airnav Siaga Penuh
Rabu, 22 November 2017 | 10:18 WIB
Jakarta - Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Airnav Indonesia) menyampaikan bahwa letusan Gunung Agung yang terjadi pada Selasa (21/11) tidak berdampak pada kegiatan penerbangan di wilayah Bali. Meski demikian, operator navigasi penerbangan itu terus memantau perkembangan secara ketat dan menyiagakan seluruh personelnya.
Direktur Operasi Airnav Indonesia Wisnu Darjono menyatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Selain itu, mengamati Darwin Volcanic Ash Advisory Center (DVAAC) menggunakan Volcanic Ash (VA/abu vulkanik) paper test dan hasilnya adalah nill VA. "Pilot report memberitahu kepada Airnav bahwa ada awan abu kecil dari Gunung Agung bergerak ke arah timur," kata dia dalam siaran pers, Rabu (22/11).
Atas dasar itu, sampai saat ini tidak ada abu vulkanik di Bandara Ngurah Rai. Menurutnya, erupsi Gunung Agung tidak berdampak pada kegiatan penerbangan di wilayah Bali. "Apalagi perkembangan terakhir, erupsi semakin mengecil," kata dia.
Airnav memastikan, kegiatan penerbangan dari dan ke Bali hingga saat ini masih berlangsung normal. "Tidak ada penerbangan yang dialihkan atau dibatalkan, semua tetap berjalan dan kami awasi dengan ketat," tegas Wisnu.
Meski demikian, Wisnu menyampaikan, Airnav telah menyiapkan rencana kontigensi (contigency plan) guna mengantisipasi jika status Gunung Agung meningkat. Mulai mengalihkan pesawat untuk menghindari area terdampak hingga menyiapkan bandara alternatif di sekitar Bali bila I Gusti Ngurah Rai tidak dapat beroperasi karena terdampak erupsi.
"Pada bulan September lalu kami sudah mengumpulkan seluruh general manager di bandara-bandara yang akan dijadikan alternatif dan menyiapkan skenario bila terjadi peningkatan," terang Wisnu.
Airnav Indonesia sudah menyiapkan 10 bandara sebagai pilihan pengalihan penerbangan. Bandara tersebut di Jakarta, Makassar, Surabaya, Balikpapan, Solo, Ambon, Manado, Praya, Kupang, dan Banyuwangi. "Jadi koordinasi sudah kami lakukan dan sekarang kami bersiaga penuh. Publik tidak perlu khawatir berlebihan," pungkas Wisnu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




