Cegah Harga Anjlok, HA IPB Perluas Gerakan Peduli Petani Bawang
Jumat, 5 Januari 2018 | 06:20 WIB
Bogor - Anjloknya harga bawang merah dalam beberapa pekan terakhir membuat nasib para petani produsen terus menderita. Gerakan Peduli Petani Bawang merupakan salah satu cara untuk membeli bawang merah milik petani dengan harga yang wajar. Upaya yang digagas Himpunan Alumni (HA) Institut Pertanian Bogor (IPB) bersama Perkumpulan Petani dan Nelayan Nusantara (Peta Nusa) tersebut diharapkan bisa mendongkrak harga di sejumlah sentra produsen bawang merah.
Ketua HA IPB Fathan Kamil dalam serah terima bawang merah petani di Gedung Alumni IPB, Bogor, Jawa Barat, Kamis (4/1), mengatakan terobosan melalui Gerakan Peduli Petani Bawang ini untuk menunjukkan komitmen alumni IPB pada petani yang memang sudah pantas untuk dilindungi. "Petani merupakan tulang punggung kedaulatan pangan di Indonesia. Alumni IPB harus mendorong pemberdayaan petani dan membangun pertanian Indonesia," kata Fathan.
Seperti diketahui, Gerakan Peduli Petani Bawang tersebut mulai meluas sejak awal tahun 2018. Salah satu petani di Brebes, Mochammad Misbah menyampaikan keluhan terkait harga bawang merah yang jatuh di bawah biaya produksi hingga mencapai Rp 5.000 per kilogram (kg) Dengan harga tersebut maka petani lebih baik tidak menjualnya karena biasanya dipermainkan para pengumpul yang mempunyai gudang cukup besar untuk menjadi stok.
Untuk langkah awal, HA IPB membeli 2,5 ton bawang merah langsung dari petani sentra produksi bawang di wilayah Brebes, Jawa Tengah. Jumlah bawang tersebut kemudian langsung didistribusikan kepada 218 alumni IPB yang sudah mendaftarkan diri untuk membeli bawang tersebut. Adapun bawang merah dijual dengan kisaran harga Rp 18.000/kg hingga Rp 20.000/kg.
Dikatakan, langkah HA IPB ini untuk melengkapi berbagai upaya pemerintah, terutama Kementerian Pertanian, dalam memitigasi semua persoalan pangan di lapangan. "Untuk itu, kami sudah berkonsolidasi guna memperluas Gerakan Peduli Petani Bawang itu kepada semua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang bisa mengakses bawang merah tersebut," jelasnya.
Ketua Umum Peta Nusa Bejo Rudiantoro memberi apresiasi yang besar terhadap HA IPB dalam mendukung Gerakan Peduli Petani Bawang tersebut. Para petani skala kecil yang selama ini paling rentan atas fluktuasi harga bawang merah perlu mendapatkan uluran tangan berbagai pihak, salah satunya alumni IPB.
"Ini baru langkah awal, kami punya sejumlah program sebagaimana visi dan misi Peta Nusa untuk membangun kedaulatan pangan dan kemandirian petani Indonesia. Mohon dukungan dari semua pihak untuk bersama-sama membangun kejayaan pertanian Nusantara," tegas Bejo alumni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) ini.
Sementara itu, dalam Rapat Koordinasi Gabungan Ketahanan Pangan dan Evaluasi Upaya Khusus (Upsus) 2017 di Jakarta, Rabu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan telah sepakat untuk menugaskan Bulog menyerap bawang merah seharga Rp 15.000 per kg guna mengatasi anjloknya komoditas tersebut di Brebes.
Amran mengatakan Kementerian BUMN dan Kementerian Perdagangan sepakat agar Bulog bisa menekan harga bawang yang anjlok hingga 70 persen ke level Rp 4.000 per kg. "Kami sepakat Bulog menyerap harga Rp 15.000. Berapa pun diserap," kata Amran.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




