ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

RI dan Uni Emirat Arab Tingkatkan Kerja Sama Industri

Selasa, 6 Februari 2018 | 20:54 WIB
HK
B
Penulis: Harso Kurniawan | Editor: B1
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memberikan cenderamata kepada CEO Tashyeed Group Zayed Bin Owaidah Al Qubaisy seusai melakukan pertemuan di Kementerian Perindustrian, Jakarta (6/2).
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memberikan cenderamata kepada CEO Tashyeed Group Zayed Bin Owaidah Al Qubaisy seusai melakukan pertemuan di Kementerian Perindustrian, Jakarta (6/2).

Jakarta - Indonesia dan Uni Emirat Arab berpotensi meningkatkan kerja sama di berbagai sektor industri. Peluang kolaborasi yang akan dijajaki kedua pihak antara lain di industri pembangkit listrik, industri alat kesehatan, industri energi alternatif dan migas, serta industri pengolahan air.

"Indonesia memandang Uni Emirat Arab sebagai mitra strategis, khususnya Dubai sebagai salah satu hub perdagangan dunia untuk peningkatan ekspor produk industri kita ke berbagai negara," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto usai menerima Delegasi Investor Swasta Persatuan Emirat Arab yang dipimpin oleh CEO Tashyeed Group Zayed Bin Owaidah Al Qubaisy di Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jakarta, Selasa (6/2).

Menperin menjelaskan, potensi investasi industri power plant di Indonesia muncul seiring upaya pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang ditargetkan mencapai 35 ribu megawatt (MW), terdiri atas 291 unit pembangkit listrik, 735 jalur jaringan transmisi, dan 1.273 unit gardu induk dengan total investasi R p1.189 triliun. "Kami juga tengah memfasilitasi penelitian dan pengembangan produk solar cell untuk implementasi di industri dan masyarakat," ujar Menperin.

Melihat potensi di industri alat kesehatan, dia menuturkan, pemerintah tengah mendorong penggunaan teknologi terkini secara terintegrasi termasuk komponen, bahan baku dan bahan penolong. "Kami berharap juga adanya pendirian center of excellent yang mencakup kegiatan litbang dalam mendukung produksi alat kesehatan dasar massal untuk keperluan dalam negeri," imbuh Menperin.

ADVERTISEMENT

Selanjutnya, demikian Menperin, pemerintah sedang berupaya mengembangkan kompetensi sumber daya manusia (SDM), khususnya pada teknik desain produk alat kesehatan. "Bahkan, kami menggenjot penguatan kapasitas industri kecil dan menengah (IKM) yang menghasilkan komponen alat kesehatan melalui bantuan teknis dan peralatan uji," ungkap Airlangga.

Menperin pun menyampaikan, pelaku industri Uni Emirat Arab yang ingin berinvestasi di Indonesia memiliki kesempatan baik saat ini. Sebab, Pemerintah Indonesia telah memberikan kemudahan bagi para penanam modal. Hal ini terlihat pada kebijakan deregulasi dan sejumlah paket kebijakan ekonomi yang telah diterbitkan, di antaranya terkait kemudahan layanan investasi tiga jam, insentif fasilitas di kawasan logistik berikat, dan insentif di kawasan industri sesuai zona. 



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Puan Minta Pengawasan WNA Diperketat Cegah Indonesia Jadi Basis Judol

Puan Minta Pengawasan WNA Diperketat Cegah Indonesia Jadi Basis Judol

NASIONAL
Berdayakan Generasi Muda Perempuan Indonesia

Berdayakan Generasi Muda Perempuan Indonesia

MULTIMEDIA
Hiu Paus Lintasi 13 Negara Cari Makan, Habitat Kuncinya Indonesia

Hiu Paus Lintasi 13 Negara Cari Makan, Habitat Kuncinya Indonesia

NASIONAL
BI dan TNI AL Perluas Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 ke 97 Pulau 3T

BI dan TNI AL Perluas Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 ke 97 Pulau 3T

EKONOMI
RI dan 7 Negara Muslim Kecam Pengibaran Bendera Israel di Masjid Aqsa

RI dan 7 Negara Muslim Kecam Pengibaran Bendera Israel di Masjid Aqsa

INTERNASIONAL
Mesra di Moskwa: 5 Pertemuan Prabowo-Putin yang Ubah Peta Ekonomi RI

Mesra di Moskwa: 5 Pertemuan Prabowo-Putin yang Ubah Peta Ekonomi RI

MULTIMEDIA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon