ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jokowi: Investasi dan Ekspor Kunci Penggerak Ekonomi

Senin, 12 Februari 2018 | 16:55 WIB
NL
FH
Penulis: Novy Lumanauw | Editor: FER
Presiden Joko WIdodo memberikan sambutan ketika membuka rapat kerja Kepala Perwakilan Republik Indonesia (KEPPRI) di Gedung Pancasila, Kemenlu, Jakarta, 12 Februari 2018. Dalam raker yang yang dihadiri 134 kepala perwakilan para dubes dengan tema Diplomasi Zaman Now itu presiden mengajak peserta untuk memperbaharui diplomasi dengan menyesuaikan tantangan zaman, berpihak kepada perlindungan WNI, membela kedaulatan negara, perdamaian dan kesejahteraan.
Presiden Joko WIdodo memberikan sambutan ketika membuka rapat kerja Kepala Perwakilan Republik Indonesia (KEPPRI) di Gedung Pancasila, Kemenlu, Jakarta, 12 Februari 2018. Dalam raker yang yang dihadiri 134 kepala perwakilan para dubes dengan tema Diplomasi Zaman Now itu presiden mengajak peserta untuk memperbaharui diplomasi dengan menyesuaikan tantangan zaman, berpihak kepada perlindungan WNI, membela kedaulatan negara, perdamaian dan kesejahteraan. (Antara/Wahyu Putro A)

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, investasi dan ekspor menjadi kunci penggerak untuk mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional. Investasi sangat diperlukan untuk menambah lapangan pekerjaan baru serta dan menopang pertumbuhan ekonomi.

"Saya selalu ingatkan kepada kita semua bahwa investasi dan ekspor adalah kunci untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi agar bisa tumbuh lebih tinggi lagi. Oleh sebab itu, kita harus terus memperbaiki iklim kemudahan berusaha, berinvestasi dari pusat sampai provinsi, kabupaten dan kota. Hal ini sudah lama ditunggu-tunggu oleh para pengusaha," kata Presiden Jokowi, saat memimpin rapat paripurna Kabinet Kerja di Istana Negara, Jakarta, Senin (12/2).

Presiden mengatakan, saat ini Indonesia sedang beradu kecepatan dengan negara-negara lain yang juga melakukan langkah-langkah serupa. "Jika kita terlambat, artinya kita ditinggal. Investasi akan beralih ke negara-negara yang menawarkan iklim yang lebih baik," katanya.

Menurutnya, selain investasi, pemerintah juga terus mendorong pertumbuhan ekspor, yang berkontribusi 20,37 persen pada Produk Domestik Bruto (PDB). Dikatakan, selain menggarap pasar non tradisional, pemerintah juga akan melibatkan swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar dapat meningkatkan ekspor nasional.

ADVERTISEMENT

"Ini seharusnya bisa ditingkatkan lagi dengan langkah-langkah terobosan. Mulai dari percepatan hambatan yang dialami para eksportir dalam negeri, dan kita juga harus mulai melibatkan pelaku usaha dan BUMN untuk menggarap pasar ekspor non tradisional," katanya.

Presiden juga telah memerintahkan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi agar mulai tahun depan, menggiatkan pameran-pameran di negara-negara non tradisional berpenduduk besar yang ekonominya bagus seperti, Pakistan, Bangladesh, dan negara-negara Afrika.

"Para duta besar, konjen, konsulat, atase perdagangan juga memperkuat diplomasi ekonomi kita. Memperkuat intelijen ekonomi kita. Mereka menjadi ujung tombak promosi, peluang investasi, dan juga jeli melihat peluang-peluang ekspor yang bisa kita lakukan," kata Presiden.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Stafsus Wapres Tina Talisa Bertemu Jokowi, IKN dan Persatuan Disorot

Stafsus Wapres Tina Talisa Bertemu Jokowi, IKN dan Persatuan Disorot

NASIONAL
Tuduhan Ijazah Palsu Jokowi, Polisi Klarifikasi ke SMA dan Kampus

Tuduhan Ijazah Palsu Jokowi, Polisi Klarifikasi ke SMA dan Kampus

NASIONAL
Nama Kapal JKW Mahakam Viral, Jokowi: Seperti di Belakang Truk

Nama Kapal JKW Mahakam Viral, Jokowi: Seperti di Belakang Truk

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon