ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Harus Ada Keseimbangan Antara Pertumbuhan Industri dan Pertanian

Senin, 12 Februari 2018 | 18:33 WIB
BW
BW
Penulis: Bernadus Wijayaka | Editor: BW
Pekerja menjemur gabah di tempat pengeringan gabah di Desa Pilangrejo, Wonosalam, Demak, Jawa Tengah, 16 Januari 2018. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian mengimbau kepada petani agar tidak resah terkait kebijakan impor 500.000 ton beras awal tahun ini karena telah dilakukan sejumlah penyesuaian mekanisme impor untuk stabilisasi harga hingga Februari mendatang dan tetap menugaskan Perum Bulog melakukan operasi pasar untuk menyerap gabah petani sesuai fleksibelitas harga standar yang ditetapkan saat panen raya.
Pekerja menjemur gabah di tempat pengeringan gabah di Desa Pilangrejo, Wonosalam, Demak, Jawa Tengah, 16 Januari 2018. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian mengimbau kepada petani agar tidak resah terkait kebijakan impor 500.000 ton beras awal tahun ini karena telah dilakukan sejumlah penyesuaian mekanisme impor untuk stabilisasi harga hingga Februari mendatang dan tetap menugaskan Perum Bulog melakukan operasi pasar untuk menyerap gabah petani sesuai fleksibelitas harga standar yang ditetapkan saat panen raya. (Antara/Aji Styawan)

Jakarta - Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengatakan, harus ada keseimbangan antara pertumbuhan industri dan pertanian. Apalagi, saat ini banyak terjadi alih fungsi di lahan pertanian di berbagai daerah.

Menurutnya, permasalahan antara pertumbuhan industri dan pertanian harus adanya keseimbangan, di mana pertumbuhan industri jangan sampai mengganggu produktivitas dari pertanian.

"Alih fungsi lahan untuk industri harus ada keseimbangan bagaimana satu sisi melihat pertumbuhan industri dan satu sisi lain juga bagaimana masalah pertanian itu tidak terganggu baik kuantitasnya maupun kualitasnya," ungkap Moeldoko, seperti rilis yang diterima redaksi.

Karena, kata dia, persoalan tenaga kerja pun harus menjadi sorotan, melihat dari sisi pertumbuhan industri yang mampu memberikan kontribusi atas pertumbuhan tenaga kerja.

ADVERTISEMENT

"Tetapi di depan mata ini persoalan tenaga kerja juga tak bisa dihindari, satu sisi industri juga memberikan kontribusi atas pertumbuhan tenaga kerja, pada sisi yang lain pertanian jangan sampai diabaikan, maka diperlukan kesimbangan. Untuk itu keseimbangan yang kita ajari dalam segi pertanian, bagaimana produktivitas kita tingkatkan," ujarnya. 

Mantan Panglima TNI ini mengatakan, kedaulatan pangan itu perlu. Negara tak akan kuat jika mengisi perut rakyat saja didapatkan dari negara lain.

"Walau punya duit banyak,  jika tak ada bahan makanan yang bisa dibeli alamat negara itu mudah diinvasi negara lain," kata Moeldoko.

Dijelaskannya, dari sisi ketahanan nasional, menjaga ketahanan pangan itu baik. Akan lebih bagus lagi menuju pada kedaulatan pangan dan swsaembada pangan.

"Ketahan pangan itu tidak peduli barangnya darimana karena yang penting bisa makan. Namun,  berdaulat pangan artinya mandiri tanpa menggantungkan pasokan dari luar," papar pria yang juga menjabat Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) ini.

Dia menambahkan, bicara pada kedaulatan pangan, maka pasokan pangan harus dari dalam negeri. Apabila suatu saat negara tidak punya uang, maka tidak bisa beli pangan.

"Akibatnya akan terjadi goncangan. Ketahanan pangan negara menjadi lemah dan stabilitas nasional bisa terganggu," pungkasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Sektor Pangan Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Sektor Pangan Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Nasional

EKONOMI
Presiden Resmikan 13 Proyek Hilirisasi Tahap II di Jawa Tengah

Presiden Resmikan 13 Proyek Hilirisasi Tahap II di Jawa Tengah

MULTIMEDIA
Prabowo Dorong Hilirisasi Pertanian dan Perikanan di 13 Wilayah

Prabowo Dorong Hilirisasi Pertanian dan Perikanan di 13 Wilayah

EKONOMI
Dari Lahan Rusak ke Superfood, Inovasi RI Dilirik Dunia

Dari Lahan Rusak ke Superfood, Inovasi RI Dilirik Dunia

NASIONAL
Mentan Amran: Kebijakan Pertanian Tentukan Masa Depan Bangsa

Mentan Amran: Kebijakan Pertanian Tentukan Masa Depan Bangsa

EKONOMI
Harga Cabai Merah Di Pasar Induk Kramat Jati

Harga Cabai Merah Di Pasar Induk Kramat Jati

MULTIMEDIA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon