Infrastruktur Marak, Penjualan Semen Januari Tumbuh 10%
Rabu, 14 Februari 2018 | 22:04 WIB
Jakarta – Penjualan semen domestik mencapai 5,68 juta ton pada Januari 2018, naik 10% dibanding bulan sama tahun lalu. Kenaikan itu ditopang oleh maraknya pembangunan infrastruktur di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Ekspor semen juga naik tajam, sebesar 70% menjadi 239 ribu ton pada Januari 2018 dari Januari tahun lalu sebanyak 139 ribu ton. Kenaikan ini membantu peningkatan pemanfaatan kapasitas produksi terpasang (utilisasi) industri semen yang kini rendah. Hal ini terjadi seiring kelebihan kapasitas sebesar 40%.
Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Widodo Santoso mengungkapkan, pertumbuhan tertinggi terjadi di Sumatera, diikuti Maluku dan Papua, Kalimantan, Sulawesi, serta Jawa. Sementara itu, penjualan di Bali dan Nusa Tenggara justru turun.
"Di Sumatera, penurunan penjualan hanya terjadi di Bengkulu. Sementara itu, di Sumatera Utara, Lampung, Sumatera Selatan, dan Riau, konsumsi naik seiring pembangunan jalan tol yang terus berjalan, yakni Medan-Binjai, Lampung-Palembang, serta jalan tol Pekanbaru-Dumai," terang dia di Jakarta, Rabu (14/2).
Widodo menambahkan, kenaikan permintaan semen juga didukung pembangunan bendungan dan pembangkit listrik (power plant). Konsumsi semen eceran juga menggeliar, seiring peningkatan pendapatan masyarakat di Jambi dan Sumatera Selatan akibat perbaikan harga komoditas.
Untuk Kalimantan, kata dia, peningkatan permintaan semen juga cukup bagus di semua provinsi, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur, sejalan dengan mulainya pembangunan jalan tol Samarinda-Balikpapan. "Khusus daerah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, ekspor batubara meningkat tajam karena harganya melambung dan ini meningkatkan ekonomi, sehingga kemungkinan properti ikut meningkat," tambah dia.
Di Sulawesi, menurut Widodo, peningkatan permintaan semen terutama terjadi di Sulawesi Utara, seiring mulai berjalannya proyek jalan tol Manado-Bitung. Peningkatan juga terjadi di Sulawesi Barat dan Gorontalo. "Permintaan semen di Indonesia timur juga meningkat, utamanya di Papua barat dan Maluku. Semua daerah relatif naik, kecuali Nusa Tenggara karena adanya hari libur natal dan tahun baru yang berkepanjangan di Nusa Tenggara Timur," papar dia.
Berdasarkan data ASI, konsumsi semen di Sumatera Januari 2018 naik 17,8% menjadi 1,21 juta ton, diikuti Maluku & Papua sebesar 17% menjadi 167 ribu ton, Kalimantan 12,9% menjadi 355 ribu ton, Sulawesi 11,4% menjadi 478 ribu ton, dan Jawa 8,1% menjadi 3,18 ribu ton. Sementara itu, konsumsi semen di Bali dan Nusa Tenggara turun 7,5% menjadi 288 ribu ton.
"Namun, bila dibandingkan Desember 2017, penjualan semen turun 2% atau sekitar 110 ribu ton. Total stok semen dan klinker sekitar 2 juta ton awal Februari 2018," terang dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




