WOM Finance Catatkan Laba Bersih Rp 181 Miliar
Selasa, 20 Februari 2018 | 10:43 WIB
Jakarta - PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 181 miliar atau meningkat tiga kali lipat dari pencapaian laba bersih perseroan sebesar Rp 60 miliar pada 2016. Peningkatan kinerja ini disebabkan oleh inisiatif-inisiatif perbaikan yang dilakukan perseroan, di tengah kondisi makro ekonomi yang cenderung stagnan di sepanjang 2017.
Sejumlah inisiatif yang dilakukan perseroan di antaranya peningkatan kontribusi dari pembiayaan multiguna jasa (MotorKu dan MobilKu), kontribusi dari motor baru khususnya merek Honda dan Kawasaki. Selain itu, WOM Finance juga melakukan perbaikan strategi collection dan penerapan grading untuk memberikan kualitas pembiayaan yang semakin baik.
Direktur WOM Finance, Zacharia Susantadiredja, mengatakan, perseroan mencatatkan pertumbuhan aset yang baik mencapai Rp 7,7 triliun pada akhir Desember 2017, atau meningkat 16 persen dibandingkan dengan posisi Desember 2016 sebesar Rp 6,7 triliun.
Sementara, total liabilitas perseroan mencapai Rp 6,8 triliun atau naik 15 persen dari Rp5,9 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan non performing financing (NPF) perusahaan menurun menjadi 1,05 persen dari 1,25 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
"Dengan strategi bisnis yang telah kami tentukan maka kami yakin pencapaian di 2018 akan semakin membaik," ungkap Zacharia, dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, di Jakarta, Selasa (20/2).
Menurut Zacharia, dari segi pembiayaan, sampai dengan akhir Desember 2017, perseroan telah menyalurkan 465.000 unit pembiayaan. Penyaluran pembiayaan perseroan, lanjutnya, masih didominasi oleh produk kendaraan sepeda motor baru sebanyak 241.000 unit atau tumbuh 3 persen, kemudian disusul dengan pembiayaan multiguna jasa MotorKu dan MobilKu sebesar 192.000 unit atau naik 31 persen.
"Dengan demikian, piutang pembiayaan yang dikelola perseroan naik 8 persen dari Rp 7,6 triliun pada periode tahun lalu menjadi Rp 8,1 triliun pada akhir Desember 2017," jelasnya.
Zacharia menambahkan, sumber dana perseroan mencapai Rp 6,3 triliun dengan pinjaman bank sebesar Rp 3,2 triliun dan pinjaman obligasi sebesar Rp 3,1 triliun. Jumlah tersebut, meningkat sebesar 18 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sejumlah Rp5,3 triliun. Hal ini, lanjutnya, mencerminkan tingkat kepercayaan stakeholder terhadap eksistensi dari perseroan dalam memberikan pelayanan terbaik terus meningkat dari waktu ke waktu. Sementara itu, gearing ratio terjaga pada tingkat 5,7 kali.
"Perusahaan juga berencana untuk menerbitkan Obigasi Berkelanjutan WOM Finance II Tahap IV di kuartal pertama 2018 untuk mendukung pertumbuhan bisnis," tambahnya.
Total ekuitas perseroan, mengalami pertumbuhan sebesar 21 persen dari sebesar Rp 815 miliar menjadi Rp 989 miliar. Return of Equity (ROE) tumbuh menjadi 20 persen dari delapan persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan Return of Asset (ROA) naik menjadi tiga persen dari satu persen dibandingkan dengan di 2016.
Sementara itu, Presiden Direktur WOM Finance, Djaja Suryanto Sutandar, menambahkan, untuk kedepannya, perseroan telah membuat strategi-strategi bisnis dengan memperluas jaringan kantor yang terfokus pada beberapa pulau yakni pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan.
Selain itu, perseroan akan memperkuat fundamental dan infrastruktur teknologi informasi melalui pembaharuan IT Core System guna mendukung pertumbuhan bisnis dan meningkatkan pembiayaan dengan melakukan kerja sama bersama mitra strategis dan channel-channel digital.
"Komitmen kami untuk selalu memberikan yang terbaik bagi stakeholder, kami refleksikan dengan memberikan performa yang baik dari sisi finansial, pelayanan maupun strategi. Kami juga yakin perseroan berada dalam posisi yang lebih maju guna mewujudkan visi dan misi yang telah ditetapkan," tambahnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




