ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Impor Susu Ditargetkan Menurun

Selasa, 6 Maret 2018 | 21:42 WIB
AA
FB
Penulis: Amrozi Amenan | Editor: FMB
Usaha peternakan sapi perah.
Usaha peternakan sapi perah. (Antara/M Agung Rajasa)

Blitar - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah menargetkan suplai bahan baku susu segar dalam negeri meningkat dari 23 persen dari kebutuhan dalam negeri menjadi 41 persen pada 2022 nanti. Untuk itu, pemerintah terus mendorong program kemitraan antara industri pengolahan susu dengan peternak sapi perah modern terintegrasi.

"Saat ini Kementerian Perindustrian aktif melakukan koordinasi dengan dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Pertanian dan Kementerian Koperasi dan UKM dalam rangka mancapai target tersebut," kata Airlangga saat meresmikan Peternakan Sapi Perah Greenfields Kedua di Desa Wlingi, Blitar, Jawa Timur, Selasa (6/3).

Lebih lanjut dijelaskan, saat ini terdapat lebih dari 60 industri pengolahan susu yang beroperasi di Indonesia, tetapi hanya 14 perusahaan yang bermitra dengan peternak dan menyerap susu segar di dalam negeri. Pada 2016 lalu, kebutuhan bahan baku susu segar dalam negeri untuk industri pengolahan susu mencapai 3,7 juta ton atau setara susu segar.

Namun, pasokan bahan susu segar dalam negeri hanya sebesar 852.000 ton atau 23 persen dan sisanya masih harus impor yang mencapai sekitar 2,8 juta ton atau 77 persen dalam bentuk skim milk powder dari berbagai negara seperti Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat dan Uni Eropa.

ADVERTISEMENT

"Tingginya ketergantungan bahan baku susu impor ini merupakan hal yang harus diantisipasi oleh pihak-pihak terkait dalam rangka mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik," jelasnya.

Ia menambahkan, industri pengolahan susu mempunyai prospek yang cukup baik untuk dikembangkan ke depan karena menyangkut pemenuhan kebutuhan primer manusia. Oleh sebab itu, program kemitraan tadi diharapkan bisa menyelesaikan beberapa masalah yang selama ini berkontribusi terhadap industri pengolahan susu dalam negeri. Seperti mayoritas susu yang dihasilkan khususnya oleh peternak sapi perah rakyat yang kualitasnya masih rendah, yakni cemaran tinggi dan kandungan padatan rendah. Kemudian, dari sisi harga, saat ini harga susu segar di tingkat peternak juga masih dirasakan belum menarik bagi mereka. Sehingga hal itu memicu banyaknya sapi perah dipotong.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon