IHSG Dibuka Amblas Merespons Ketidakpastian Eropa
Selasa, 15 Mei 2012 | 09:39 WIB
Memburuknya Eropa terlihat dari mata uang euro yang terdepresiasi, kenaikan yield obligasi.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi ini berada dalam tren negatif.
Melemahnya IHSG seiring sebagian besar bursa global akibat ketidakpastian politik di Eropa sehingga investor cenderung menghindari investasi di benua Biru tersebut.
Hal ini terlihat dari mata uang euro yang terdepresiasi, kenaikan yield obligasi dan credit default swap negara-negara Eropa.
Hingga pukul 09.34 JATS, IHSG naik 36,43 poin (0,90 persen) menjadi 4.016,64, adapun indeks LQ-45 turun 6,51 poin (0,95 persen) ke level 680,35. Indeks saham syariah (ISSI) melemah 1,38 (1,02 persen) menjadi 133,96.
Sementara harga minyak mentah dunia pada perdagangan Minggu malam pukul 22.15 waktu New York (pagi ini waktu Indonesia) melemah US$0,47 (0,50 persen) ke level US$ 94,31 untuk jenis WTI, sedangkan jenis brent crude oil menguat 0,58 (0,52 persen) ke level US$111,57.
Untuk nilai tukar, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), Senin (14/5), rupiah berada di posisi Rp 9.220 per dolar, atau melemah dari penutupan hari sebelumnya sebesar Rp 9.190 dengan kisaran perdagangan Rp 9.266 - Rp 9.174.
Sementara dikutip dari yahoofinance, rupiah pagi ini berada di posisi Rp 9.263. Hari ini rupiah diperdagangkan dengan kisaran Rp 9.262-Rp 9.308.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi ini berada dalam tren negatif.
Melemahnya IHSG seiring sebagian besar bursa global akibat ketidakpastian politik di Eropa sehingga investor cenderung menghindari investasi di benua Biru tersebut.
Hal ini terlihat dari mata uang euro yang terdepresiasi, kenaikan yield obligasi dan credit default swap negara-negara Eropa.
Hingga pukul 09.34 JATS, IHSG naik 36,43 poin (0,90 persen) menjadi 4.016,64, adapun indeks LQ-45 turun 6,51 poin (0,95 persen) ke level 680,35. Indeks saham syariah (ISSI) melemah 1,38 (1,02 persen) menjadi 133,96.
Sementara harga minyak mentah dunia pada perdagangan Minggu malam pukul 22.15 waktu New York (pagi ini waktu Indonesia) melemah US$0,47 (0,50 persen) ke level US$ 94,31 untuk jenis WTI, sedangkan jenis brent crude oil menguat 0,58 (0,52 persen) ke level US$111,57.
Untuk nilai tukar, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), Senin (14/5), rupiah berada di posisi Rp 9.220 per dolar, atau melemah dari penutupan hari sebelumnya sebesar Rp 9.190 dengan kisaran perdagangan Rp 9.266 - Rp 9.174.
Sementara dikutip dari yahoofinance, rupiah pagi ini berada di posisi Rp 9.263. Hari ini rupiah diperdagangkan dengan kisaran Rp 9.262-Rp 9.308.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




