Dana Kelolaan Danareksa Investment Naik 45% Capai Rp 27,2 T
Rabu, 7 Maret 2018 | 20:32 WIB
Jakarta - Kinerja reksa dana PT Danareksa Investment Management (DIM) sepanjang 2017 mencatatkan pertumbuhan positif. Hampir seluruh produk reksa dana unggulan tercatat melebihi kinerja rata-rata reksa dana di industri. Adapun dana kelolaan (asset under management/AUM) DIM tumbuh 45 persen menjadi Rp 27,2 triliun pada akhir tahun 2017 dibanding tahun 2016.
"Positif kinerja reksa dana konvensional dan investasi alternatif mendorong kenaikan dana kelolaan," kata Direktur Utama Danareksa Investment Management Marsangap P. Tamba, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (7/3).
Pada reksa dana konvensional, kenaikan terutama bersumber dari reksa dana yang berhubungan dengan suku bunga (interest rate related product), seperti reksa dana pendapatan tetap, pasar uang serta reksa dana terproteksi. "Reksa dana saham DIM juga tumbuh positif di tahun 2017," kata dia
Pada 2018 ini, kata dia, peluang pertumbuhan industri reksa dana lebih terbuka karena fundamental ekonomi Indonesia dipercaya sebagai salah satu yang terbaik di kawasan regional. Beberapa indikator seperti pertumbuhan ekonomi, laju inflasi, cadangan devisa, serta stimulus program infrastruktur menjadi faktor pendukung kuat bagi investor. Di satu sisi, Indonesia tetap perlu mewaspadai dampak ketidakpastian ekonomi global misalnya potensi normalisasi kebijakan moneter negara maju.
Marsangap menjelaskan, untuk tahun 2018 ini, ada beberapa sektor yang bisa menjadi primadona investasi yakni sektor pertambangan, konstruksi dan industri dasar. "Ini berbeda dari tahun 2017 yang lebih banyak digerakkan sektor perbankan, konsumer dan otomotif," kata dia.
Dari jenis reksa dana saham, sejumlah produk DIM melebihi kinerja Infovesta Equity Fund Index sebesar 11,25 persen, antara lain Danareksa Mawar Konsumer 10 mencetak imbal hasil (return) 15,72 persen, Danareksa Mawar Fokus 10 di level 14,66 persen, serta Danareksa Mawar dengan return mencapai 16,15 persen.
Dia mengatakan positifnya kinerja reksa dana saham DIM didukung strategi pemilihan saham yang tepat dengan mempertimbangkan fundamental emiten. "Kami konsisten berpedoman pada investment universe yang berlaku di perusahaan. Pemilihan underlying senantiasa disesuaikan pada filosofi investasi," kata dia.
DIM juga mencari instrumen investasi atau emiten yang menawarkan pertumbuhan berkesinambungan, manajemen kuat dan fundamental yang teruji.
Selain itu, reksa dana pendapatan tetap DIM juga berkinerja positif sepanjang 2017, melebihi kinerja Infovesta Fixed Income Fund Index sebesar 10,72 persen. "Danareksa Melati Pendapatan Tetap Utama mencetak return 14,41 persen dan Danareksa Gebyar Indonesia II sebesar 14,90 persen," kata dia.
Adapun reksa dana pasar uang DIM seperti Danareksa Seruni Pasar Uang II mencatat return sebesar 5,34 persen di atas kinerja Infovesta Money Market Fund Index 4,48 persen. Sedanghan reksa dana campuran DIM mencetak return sebesar 11,93 persen untuk Danareksa Anggrek Fleksibel dan 9,62 prsen untuk Danareksa Syariah Berimbang, di atas Infovesta Balance Fund Index yang sebesar 9,52 persen.
Tahun 2017, DIM menerbitkan dua Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) dan satu Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA) yang berbasis infrastruktur. "Adanya dukungan pemerintah terhadap infrastruktur meningkatkan jumlah dana kelolaan instrumen produk Investasi alternatif seperti KIK EBA dibandingkan tahun sebelumnya," kata dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




