Survei Women in Business
Kehadiran Pemimpin Perempuan Tingkatkan Kinerja Perusahaan
Kamis, 8 Maret 2018 | 17:29 WIB
Jakarta - Grant Thornton International merilis laporan tahunan bertajuk 'Women in Business 2018' yang menyuarakan keragaman gender dalam dunia bisnis. Momen Hari Perempuan International yang jatuh setiap tanggal 8 Maret, dipilih sebagai momentum tepat untuk kembali mengangkat isu keragaman gender dalam dunia bisnis.
Survei ini, dilakukan terhadap 4.995 responden dari 35 negara pada periode Juli-Desember 2017. Adapun kalangan respondennya adalah chief executive officer (CEO), managing director, chairman atau level eksekutif senior.
Laporan ini menyebutkan, terdapat hasil positif dalam isu keragaman gender di dunia bisnis secara global, terutama jumlah perempuan di posisi manajemen senior pada satu perusahaan. Lebih jelasnya, bisnis dengan setidaknya satu perempuan di posisi manajemen senior, naik secara signifikan dari 66 persen di tahun lalu menjadi 75 persen pada tahun ini.
Global Leader for Network Capabilities and Sponsor of Women in Leadership Grant Thornton International Ltd, Franscesca Lagerberg, menjelaskan, ada korelasi kuat antara keragaman gender dalam kepemimpinan dan keberhasilan suatu perusahaan. Meski saat ini perempuan yang memiliki peran senior dalam bisnis meningkat, penyebarannya masih sangat kecil.
"Ini masih menandakan konsentrasi bisnis yang terkotak-kotak sehingga keuntungan dari keragaman gender belumlah optimal," ujar Lagerberg dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, di Jakarta, Kamis (8/3).
Menurutnya, meskipun terdapat kenaikan, namun dari sisi persentase wanita yang memegang posisi kepemimpinan senior mengalami sedikit penurunan, yakni dari 25 persen menjadi 24 persen pada tahun ini. "Penurunan ini membuka kemungkinan bahwa penunjukan pemimpin perempuan hanya formalitas belaka, agar tidak seluruh kepemimpinan dipegang oleh pria," jelasnya.
Laporan Grant Thornton juga menyebutkan, adanya kebijakan dan implementasi kesetaraan gender yang banyak diterapkan dalam dunia bisnis. Kebijakan memberikan upah seimbang antara pria dan perempuan di jenjang sama paling banyak dilakukan, yakni 81 persen dari responden. Kebijakan non-diskriminasi pada rekrutmen di posisi kedua, dengan 65 persen responden, dan paid parental leave sebesar 59 persen responden.
Hasil laporan tahunan ini juga menunjukkan alasan-alasan perusahaan menerapkan kesetaraan gender. Alasan lebih mudah merekrut dan mempertahankan sumber daya manusia (SDM) paling banyak dipakai, yakni 65 persen responden. Alasan sesuai dengan nilai-nilai perusahaan juga tinggi, yakni 65 persen responden, dan mendorong kinerja perusahaan menjadi alasan ketiga yang dipilih oleh 55 persen responden.
Managing Partner Grant Thornton Indonesia, Johanna Gani, menambahkan, keragaman gender tidak hanya soal adanya perwakilan wanita dalam kepemimpinan. Namun, bagaimana suara mereka dapat didengar dan memiliki kekuatan sama dengan pria.
"Perusahaan yang mampu mewujudkan lingkungan kerja inklusif akan menciptakan stabilitas di segala sisi operasional sehingga membuka lebar potensi kinerja perusahaan menjadi lebih baik," kata Johanna.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




