Kadin: Perlu Ekstensifikasi Lahan Pertanian di Luar Jawa
Jumat, 9 Maret 2018 | 09:50 WIB
Jakarta- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan diperlukan program ekstensifikasi lahan pertanian secara intensif di berbagai wilayah Indonesia sebagai langkah pemerataan produksi pangan.
"Perlu dikembangkan program ekstensifikasi lahan pertanian, terutama di luar Pulau Jawa," kata Ketua Umum Kadin Rosan Perkasa Roeslani di Jakarta, Jumat (9/3).
Menurut Rosan, ketimpangan sangat mencolok apabila dibandingkan antara luas lahan pertanian dan jumlah penduduk di Jawa dan luar Jawa.
Ia memaparkan bahwa hampir 40 persen dari luas persawahan yang ada (8,1 juta hektare) terkonsentrasi di Pulau Jawa. Padahal luas Jawa hanya 7 persen dari luas daratan Indonesia. Ironisnya, 60 persen penduduk Indonesia yang berjumlah 265 juta jiwa bermukim di Pulau Jawa. "Akibatnya, lahan sawah di Pulau Jawa setiap tahun semakin tergerus dan hilang sekitar 100.000 hektare, karena beralihnya fungsi persawahan," tuturnya.
Hal tersebut, lanjutnya, mengakibatkan upaya untuk mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan nasional semakin sulit diwujudkan, sehingga diperlukan upaya sungguh-sungguh untuk ekstensifikasi lahan.
Dia mengatakan, program ekstensifikasi tersebut diharapkan tidak terhambat ketentuan bahwa 70 persen dari total luas daratan sebesar 124-130 juta hektare diperuntukkan bagi kawasan hutan.
Rosan mengingatkan bahwa tanpa ketersediaan lahan yang cukup, program swasembada dan ketahanan pangan nasional akan sulit tercipta.
Sebelumnya, pemerintah diminta mempercepat penerapan moratorium atau penghentian alih fungsi (konversi) lahan pertanian ke nonpertanian di Jawa yang dinilai semakin meningkat dari tahun ke tahun.
Ketua Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor Fathan Kamil mengatakan, tingginya alih fungsi lahan pertanian di Jawa untuk mengembangkan areal industri, maupun perumahan dapat berdampak pada terganggunya ketahanan pangan nasional.
"Lahan pertanian di Jawa sangat strategis. Untuk itu pemerintah harus mempercepat moratorium konversi lahan pertanian ke nonpertanian," katanya.
Menurut dia, lahan pertanian di Jawa umumnya sudah memiliki jaringan irigasi, kondisi tanahnya subur serta memerlukan investasi yang tinggi untuk mengembangkannya.
Oleh karena itu, lanjutnya, lahan-lahan pertanian yang ada di Jawa ini harus dipertahankan, kalaupun pemerintah ingin mengembangkan industri lebih baik di luar Jawa.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




