Wika Beton Targetkan Kontrak Baru Rp 7,5 Triliun
Senin, 19 Maret 2018 | 20:25 WIB
Jakarta - PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) pada tahun ini menargetkan kontrak senilai Rp 12,9 triliun. Dari total kontrak itu, sebesar Rp 7,5 triliun merupakan kontrak baru dan sebesar Rp 5,5 triliun merupakan carry over 2017. Target kontrak baru tahun ini meningkat dari tahun 2017 sebesar Rp 6,3 triliun.
"Target didominasi proyek infrastruktur seperti jalan tol, power plant dan jaringan distribusi listrik PLN di pedesaan. Salah satu yang dibidik adalah Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat," kata Direktur Utama Wika Beton Hadian Pramudita usai rapat umum pemegang saham (RUPS) perseroan di Jakarta, Senin (19/3).
Seiring kenaikan target kontrak baru, dia mengatakan, Wika Beton akan menambah kapasitas pabrik existing precast dari kapasitas terpasang saat ini 3,3 juta ton menjadi 3,6 juta ton atau naik 300.000 ton. "Peningkatan kapasitas pabrik akan disesuaikan dengan pasarnya. Bila ada peningkatan permintaan di Indonesia timur, maka kapasitas akan ditambah di sana," kata dia.

Dia mengatakan, kapasitas pabrik perseroan Sulsel 1 dan 2 saat ini mencapa 210.000 ton. "Biaya transportasi cukup mendominasi, bisa 25 persen. Maka pabrik yang dibangun sesuai dengan permintaan," kata dia.
Pada tahun 2018, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 676 miliar. Sumber pembiayaannya dari laba ditahan, dan kas internal.
Sementara pada tahun ini Wika Beton menargetkan laba bersih Rp 465 miliar naik dari 2017 sebesar Rp 340 miliar.
Adapun dalam kesempatan yang sama, RUPS menyetujui pembagian laba untuk dividen sebesar Rp 12,13 per saham senilai Rp 101,1 miliar atau sekitar 30 persen dari laba bersih yang tercatat di 2017. Dividen per Share (DPS) sebesar Rp 12,13 itu naik 23,8 persen dari tahun 2016 sebesar Rp 9,80.
Sepanjang tahun 2017, WTON mencatatkan penjuaian sebesar Rp 5,36 triliun meningkat 54,01 persen dari 2016. Laba bersih sebesar Rp 340 miiiar, meningkat 20,92 persen dari 2016.
RUPS juga mengubah jajaran direksi dan komisaris. Adapun jajaran dewan komisaris yang baru Bambang Pramujo (komisaris utama), Agustinus Boediono (komisaris), VB. Priyatmo Hadi (komisaris), Herry Trisaputra Zuna (komisaris) Asfiah Mahdiani (komisaris independen), Priyo Suprobo (komisaris independen) dan Yustinus Prastowo (komisaris independen).
Sementara jajaran direksi yakni Hadian Pramudita sebagai direktur utama, dan anggota direksi adalah Hari Respati, Mohammad Syafii, Kuntjara, Mursyid, Siddik Siregar serta Sidiq Purnomo sebagai direktur independen.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




