Wika Siapkan Dana Investasi Jalan Tol Rp 6 Triliun
Selasa, 20 Maret 2018 | 10:38 WIB
Jakarta– PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menyiapkan dana investasi jalan tol senilai Rp 6 triliun pada 2018. Dana tersebut termasuk dalam anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan yang sekitar Rp 37 triliun.
Direktur Utama Wijaya Karya Bintang Perbowo menyatakan, perseroan menganggarkan kenaikan capex signifikan pada 2018. Jika pada 2017 perusahaan pelat merah ini menganggarkan Rp 12,02 triliun, capex tahun 2018 naik hingga sekitar Rp 37 triliun. "Kami akan menggunakan capex untuk ekspansi, antara lain di bidang industrial estate, pembangkit listrik (power plant), dan jalan tol. Khusus jalan tol, nilainya mencapai Rp 6 triliun," ujar Bintang di Jakarta, Senin (19/3).
Dia belum menginformasikan detail ekspansi Wijaya Karya di jalan tol pada 2018. Namun investasi disiapkan untuk proyek yang sudah menang lelang. "Bukan untuk proyek jalan tol baru, tapi untuk yang sudah dimenangkan tendernya," jelas dia.
Salah satu anak usaha perseroan, yakni PT Wijaya Karya Serang Panimpang (WSP) bertindak sebagai kontraktor untuk porsi pembangunan 51 kilometer (km) dari total 84 km proyek Jalan Tol Serang-Panimbang. Di samping kontraktor, WSP juga sebagai operator jalan tol dan penanggung jawab untuk mengurus dana talangan tanah.
Sebelumnya, Direktur Utama Wika Serang Panimbang Entus Asnawi Mukshon mengungkapkan, Jalan Tol Serang-Panimbang terdiri dari lima seksi. Jalan tol tersebut ditargetkan mulai beroperasi penuh pada akhir 2019.
Jika WSP bertindak sebagai kontraktor atas 51 Km ruas Jalan Tol Serang-Panimbang, sisa ruas lainnya merupakan porsi dukungan dari pemerintah yang pengerjaannya diberikan kepada pihak lain yang memenangkan tender. "Salah satu kontraktor yang berminat mengambil porsi pengerjaan sisa ruas 34 km adalah induk WSP, yakni Wijaya Karya," kata Entus.
Dia memaparkan, Wijaya Karya akan membentuk perusahaan patungan (joint venture/JV) bersama dua perusahan swasta. Salah satunya China Communications Construction Company Limited.
Pada 2018 perseroan berniat memprakarsai pembangunan jalan tol di Bandung, Jawa Barat. Untuk proyek tersebut, badan usaha milik negara (BUMN) ini berencana menggandeng mitra untuk skema kerja sama operasi (KSO).
Bintang memaparkan, perseroan belum memutuskan pendanaan eskternal baru usai menerbitkan Komodo Bond (obligasi global berdenominasi rupiah) pada Januari 2018 senilai Rp 5,4 triliun, atau ekuivalen US$ 405,47 juta.
Ia mengakui, perseroan ingin menunggu realisasi penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) PT Wijaya Karya Realty (Wika Realty) pada April mendatang. Wika Realty akan melepas 25 persen saham kepada publik. Adapun sebagai induk, Wijaya Karya berharap Wika Realty meraih dana Rp 2 triliun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




