ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Patok Dana Kelolaan Rp 2 T, Narada Akan Rilis Reksa Dana Terbaru

Rabu, 21 Maret 2018 | 19:22 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Ilustrasi Reksa Dana
Ilustrasi Reksa Dana (Istimewa)

Jakarta - PT Narada Kapital Indonesia hingga akhir tahun 2018 menargetkan dana kelolaan (asset under management/AUM) naik hingga 9 kali lipat mencapai Rp 2 triliun dibanding 2017 sebesar Rp 232 miliar. Untuk mencapai target tersebut, perusahaan manajer investasi (MI) ini akan merilis dua reksa dana terbaru pada kuartal dua 2018.

"Dalam waktu dekat, Narada akan meluncurkan produk reksa dana saham baru. Pertimbangannya, unit penyertaaan reksa dana Narada Saham Indonesia (NSI) sudah mendekati jumlah maksimal yakni 500 juta unit," kata Vice President Marketing Communications PT Narada Kapital Indonesia, Jalaludin Miftah, di Jakarta, Rabu (21/3).

Dia mengatakan, pada awal Januari 2018 dana kelolaan Narada masih di kisaran Rp 232 miliar. Namun pada akhir Februari lalu melonjak hampir dua kali lipat menjadi Rp 420 miliar. "Respon investor terhadap produk Narada sangat bagus. Tercermin dari kenaikan AUM yang mencapai dua kali lipat dalam kurun waktu dua bulan saja," kata dia.

Jalaludin mengatakan, produk reksa dana saham yang ada maupun yang baru ditargetkan rata-rata memberikan imbal hasil (return) 20 persen. Namun tidak menutup kemungkinan bisa lebih tinggi. Pasalnya di tahun lalu, mampu memberi imbal hasil mencapai 35,4 persen. "Produk reksa dana saham terbaru Narada dijadwalkan keluar pada kuartal dua. Disusul peluncuran reksa dana syariah dan reksa dana pendapatan tetap atau obligasi," kata Jalaludin.

ADVERTISEMENT

Untuk mencapai target dana kelolaan, kata dia, Narada gencar mengedukasi pentingnya berinvestasi saham dan reksa dana. Sasarannya tak hanya investor ritel, namun juga kepada investor institusi seperti dana pensiun, yayasan dan perusahaan. "Investor ritel di Narada juga masih mendominasi," kata dia.

Ke depan, Narada akan fokus menggarap potensi investor ritel di kota besar seperti Bandung, Medan, Surabaya dan kota-kota lain. Bahkan, jika di suatu daerah potensi investor cukup besar, Narada mempertimbangkan untuk membuka kantor cabang.

Tim riset Narada selalu menganalisis dan mencermati faktor yang mempengaruhi pergerakan market baik regional maupun global. Komposisi portofolio saham bluechip berkisar 80 persen, sisanya saham-saham second liner. Narada optimistis, tahun ini tetap dapat memberi imbal hasil maksimal ke investor.

Atas kinclongnya kinerja reksa dana Narada Saham Indonesia (NSI) yang tahun lalu memberi imbal hasil 35,54 persen, Majalah Investor menyematkan NSI dua penghargaan yaitu sebagai Reksa Dana Saham terbaik 2018 untuk periode 1 tahun dan 3 tahun dengan kelolaan aset Rp 100 miliar-Rp 500 miliar. Penghargaan tersebut diberikan di Hotel Le Meridien, Jakarta, pada Rabu (21/3). "Dua penghargaan ini merupakan bukti nyata, Narada mampu memberi imbal hasil optimal, profesional dan prudent dalam mengelola dana investor. Ini juga memberi pesan, masyarakat percaya dengan produk reksa dana kami," tegas Jalaludin.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon