BI: Daerah Adalah Penyumbang Inflasi Pangan Terbesar
Rabu, 16 Mei 2012 | 13:39 WIB
Diperlukan adanya harmonisasi antara kebijakan moneter, fiskal, dan sektoral dalam mengendalikan inflasi
Rapat Koordinasi Nasional Tim Pengendali Inflasi Daerah (Rakornas TPID) ke-III tahun 2012 berfokus pada tema ketahanan pangan untuk menjaga kestabilan inflasi di daerah. Pasalnya, selama ini sumbangan inflasi dari bahan pangan (volatile food) berasal dari daerah.
Bank Indonesia (BI), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyoroti peran serta Pemerintah Daerah (Pemda) dalam stabilisasi harga tersebut.
"Diperlukan adanya harmonisasi antara kebijakan moneter, fiskal, dan sektoral dalam mengendalikan inflasi," ujar Gubernur BI Darmin Nasution dalam sambutannya di Rakornas III TPID 2012 di Jakarta, hari ini.
Darmin mengatakan, inflasi masih ditandai fluktuasi harga bahan pangan. Fluktuasi tersebut dipengaruhi produktivitas, distribusi, dan struktur pasar yang belum efisien, serta diperburuk oleh kesenjangan informasi.
Menurut dia, terbatasnya pasokan dan distribusi pangan serta konektivitas antar daerah menjadi salah satu sumber tekanan inflasi yang harus dicari solusinya oleh Pemda dan TPID.
"TPID sendiri mengedepankan fungsi koordinasi tingkat kabupaten dan kota, antar wilayah, bukan hanya rakorwil (rapat koordinasi wilayah) per daerah, melainkan juga Rakornas dengan Pemerintah Pusat," jelas Darmin.
Dia menambahkan, secara umum setelah hadirnya TPID pada 2008 sangat membantu menurunkan tingkat inflasi. Selama lima tahun terakhir, tren inflasi indeks harga konsumen (IHK) menurun.
"Penurunan ini didukung dengan menurunnya inflasi inti dari 6 persen pada 2007 menjadi 4-5 persen pada April 2012. Selain itu didukung juga dengan membaiknya inflasi bahan pangan atau volatile food dari 12 persen di 2007 sekarang jadi 7 persen," papar Darmin.
TPID sendiri telah hadir di 44 kota dari total 66 kota yang dijadikan Badan Pusat Statistik sebagai basis inflasi. Peran TPID dinilai BI menjadi sangat penting karena 77 persen inflasi nasional berasal dari daerah.
"Inflasi yang terjaga sangat baik terutama di volatile food sangat dibanggakan, tidak terlepas dari peran aktif Pemda untuk menjaga stabilitas harga," pungkas Darmin.
Rapat Koordinasi Nasional Tim Pengendali Inflasi Daerah (Rakornas TPID) ke-III tahun 2012 berfokus pada tema ketahanan pangan untuk menjaga kestabilan inflasi di daerah. Pasalnya, selama ini sumbangan inflasi dari bahan pangan (volatile food) berasal dari daerah.
Bank Indonesia (BI), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyoroti peran serta Pemerintah Daerah (Pemda) dalam stabilisasi harga tersebut.
"Diperlukan adanya harmonisasi antara kebijakan moneter, fiskal, dan sektoral dalam mengendalikan inflasi," ujar Gubernur BI Darmin Nasution dalam sambutannya di Rakornas III TPID 2012 di Jakarta, hari ini.
Darmin mengatakan, inflasi masih ditandai fluktuasi harga bahan pangan. Fluktuasi tersebut dipengaruhi produktivitas, distribusi, dan struktur pasar yang belum efisien, serta diperburuk oleh kesenjangan informasi.
Menurut dia, terbatasnya pasokan dan distribusi pangan serta konektivitas antar daerah menjadi salah satu sumber tekanan inflasi yang harus dicari solusinya oleh Pemda dan TPID.
"TPID sendiri mengedepankan fungsi koordinasi tingkat kabupaten dan kota, antar wilayah, bukan hanya rakorwil (rapat koordinasi wilayah) per daerah, melainkan juga Rakornas dengan Pemerintah Pusat," jelas Darmin.
Dia menambahkan, secara umum setelah hadirnya TPID pada 2008 sangat membantu menurunkan tingkat inflasi. Selama lima tahun terakhir, tren inflasi indeks harga konsumen (IHK) menurun.
"Penurunan ini didukung dengan menurunnya inflasi inti dari 6 persen pada 2007 menjadi 4-5 persen pada April 2012. Selain itu didukung juga dengan membaiknya inflasi bahan pangan atau volatile food dari 12 persen di 2007 sekarang jadi 7 persen," papar Darmin.
TPID sendiri telah hadir di 44 kota dari total 66 kota yang dijadikan Badan Pusat Statistik sebagai basis inflasi. Peran TPID dinilai BI menjadi sangat penting karena 77 persen inflasi nasional berasal dari daerah.
"Inflasi yang terjaga sangat baik terutama di volatile food sangat dibanggakan, tidak terlepas dari peran aktif Pemda untuk menjaga stabilitas harga," pungkas Darmin.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




