Surya Semesta Bukukan Laba Bersih Rp 1,18 Triliun
Rabu, 4 April 2018 | 21:08 WIB
Jakarta - PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) membukukan kenaikan laba bersih signifikan dari Rp 62,46 miliar menjadi Rp 1,18 triliun pada 2017. Segmen bisnis konstruksi menjadi penopang kinerja sepanjang tahun lalu.
Manajemen Surya Semesta Internusa (Surya Internusa) mencatat pendapatan dari bisnis konstruksi turun 12,19 persen dari Rp 2,46 triliun menjadi Rp 2,16 triliun pada 2017. Kemudian, pendapatan dari segmen bisnis properti juga berkurang 37,41 persen dari Rp 659,1 miliar menjadi Rp 412,5 miliar.
Sementara, revenue dari bisnis hospitality tumbuh 2,85 persen dari Rp 677,5 miliar menjadi Rp 696,8 miliar. Sehingga, dengan tambahan pendapatan lainnya, total pendapatan konsolidasi Surya Internusa mencapai Rp 3,27 triliun. Secara tahunan pendapatan itu, turun 13,95 persen dari posisi Rp 3,8 triliun. Meski total pendapatan turun, perseroan masih meraih kenaikan laba signifikan menjadi Rp 1,18 triliun pada 2018.
"Kenaikan laba didukung perolehan pendapatan Rp 1,64 triliun dari hasil penjualan investasi jangka panjang, yakni 20,5 persen saham atas konsesi Jalan Tol Cikopo-Palimanan," ujar manajemen Surya Internusa dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (4/4).
Seiring kenaikan laba bersih, pada 2017 perseroan mencatat kenaikan net income margin dari 1,6 persen menjadi 36 persen. Padahal, earning before interest, taxes, depreciation, and amortization (EBITDA) margin perseroan terkoreksi dari 16 persen menjadi 12,3 persen. Sebab tahun lalu, Surya Internusa mencatatkan penurunan 33,46 persen total EBITDA dari Rp 606,3 miliar menjadi Rp 403,4 miliar.
Sepanjang tahun 2017, perseroan melalui unit bisnis merampungkan atau menjalankan beberapa pengembangan bisnis. Antara lain itu, dari unit kawasan industri membukukan accounting sales lahan sebanyak 11,1 hektare (Ha) dengan harga jual rata-rata Rp 175,7 miliar. Kemudian perusahaan membukukan marketing sales 2,1 Ha dengan harga jual rata-rata US$ 147 per m2.
Manajamen Surya Internusa juga memaparkan, tahun lalu pihaknya melakukan akuisisi lahan 868 Ha di Subang, Jawa Barat (Jabar). "Sedangkan SLP Karawang, yang dibawah PT SLP Surya Ticon Internusa akan mengembangkan fase ketiga dengan area 7.417 m2. Area itu mulai beroperasi pada kuartal II ini," papar manajemen perseroan.
Selanjutnya, pada 2017 anak usaha Surya Internusa lainnya, PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) membukukan kenaikan kontrak baru 1,17 persen dari Rp 2,81 triliun menjadi Rp 2,84 triliun. "Pencapaian kontrak itu, setara dengan 86,1 persen dari target awal 2017 senilai Rp 3,3 triliun," ungkap manajemen perusahaan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




