ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Borneo Bay City Bidik Konsumen Millennial

Senin, 23 April 2018 | 14:07 WIB
ER
B
Penulis: Edo Rusyanto | Editor: B1
Proyek properti terpadu Borneo City Bay, Kalimantan Timur
Proyek properti terpadu Borneo City Bay, Kalimantan Timur (istimewa)

Jakarta – Apartemen Borneo Bay City, Balikpapan, Kalimantan Timur membidik konsumen kelompok usia muda (millennial). Di sisi lain, proyek properti besutan PT Pandega Citra Niaga (PCN) itu ditargetkan rampung akhir 2018.

Menurut Assistant Vice President (AVP) Marketing Borneo Bay City, Agung Wirajaya, kehadiran generasi millennial menjadi penentu tren industri properti khususnya apartemen tahun 2018 dan tahun-tahun selanjutnya. Hal ini lantaran generasi millennial lebih suka tinggal di apartemen, karena lokasinya yang strategis. Selain itu, fasilitas kawasan di apartemen juga memudahkan mereka dalam beraktivitas.

"Generasi millennial cenderung lebih memilih tinggal di apartemen karena segala fasilitas dan kemudahan yang ditawarkan," kata Agung, dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu (21/4).

Sementara itu, Paul Christian, chief executive officer (CEO) Borneo Bay City, mengatakan, sejak awal diluncurkan hingga kini lebih 80% dari unit apartemen di Borneo City Bay ludes terjual. Penutupan atap (topping off) bangunan sebagai tanda pembangunan gedung selesai dilakukan tahun 2017. Tahun ini dijadwalkan para penghuni sudah bisa menempati unit apartemen yang terletak di kawasan Sudirman Central Bussiness District (SCBD) Balikpapan tersebut.

ADVERTISEMENT

"Serah terima unit dilakukan pada pertengahan tahun ini, sedangkan seluruh proyek ditargetkan rampung pada akhir 2018," jelas Paul, dalam siaran pers yang sama.

Agung mengatakan, kehadiran pendatang yang terus bertambah jumlahnya turut mendongkrak kebutuhan properti, terutama hunian di Balikpapan. "Tingkat kebutuhan hunian di Balikpapan akan semakin tinggi melihat hampir cukup banyak penduduknya berasal dari luar kota," ujar dia.

Selain itu, tambahnya, ketersediaan lahan yang semakin terbatas juga membuat masyarakat semakin kesulitan untuk tinggal dirumah tapak. Saat ini, Balikpapan memiliki keterbatasan lahan, yakni hanya sekitar 12%.

"Hunian vertikal sudah jadi kebutuhan di kota yang tumbuh cepat seperti Balikpapan. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk beralih tinggal di hunian vertikal," jelasnya.

Agung menambahkan, Balikpapan juga akan semakin dilirik investor. Hal itu seiring rencana Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Balikpapan yang akan mengembangkan 19% lahan di wilayah timur dan utara kota menjadi kawasan hunian.

Pemanfaatan Teknologi

Sementara itu, Paul mengatakan, superblok Borneo Bay City akan melengkapi berbagai infrastruktur berstandar internasional sehingga Balikpapan layak dinobatkan sebagai The New Metropolitan City di Kalimantan Timur.

"Di dalam kawasan Borneo Bay City ini terdapat tiga mal, apartemen Borneo Bay Residence, hotel bintang lima, nature park, dan gourmet tower," kata dia.

Dia menambahkan, Borneo Bay City juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang hanya bisa diakses secara ekslusif oleh penghuninya, seperti kolam renang, taman bermain anak, dan fitness center. Lalu, terdapat fasilitas lainnya seperti sistem CCTV dan keamanan 24 jam penuh.

"Semua fasilitas ini sudah dipersiapkan khusus untuk para penghuni Borneo Bay City agar mereka merasa betah dan nyaman bermukim disana," ungkap Paul.

Selain itu, tambahnya, beberapa fasilitas terbaru juga telah diterapkan di Borneo Bay City, seperti teknologi smart home lighting. Teknologi ini memungkinkan para penghuni mengontrol penggunaan lampu dan energi listrik di rumahnya melalui berbagai peralatan gawai dari jauh. "Berbagai teknologi terbaru juga melengkapi kenyamanan penghuni apartemen kami," tambahnya.

PCN yang merupakan anak usaha PT Agung Podomoro Land Tbk (APL) melahirkan proyek Borneo City Bay seluas 8 hektare (ha) pada 2013 seiring dengan potensi Balikpapan. Kini, bisnis properti di kota Balikpapan semakin tumbuh pesat harga apartemen Borneo City Bay pun terus meningkat, jika pada 2013 sekitar Rp 18 juta per meter persegi (m2), kini setidaknya mencapai Rp 26 juta per m2.

Balikpapan sebagai kota terbesar kedua di Kalimantan Timur pun berkembang menjadi kota pusat pertumbuhan ekonomi. Selain itu, bertransformasi menjadi destinasi utama para pendatang dari berbagai wilayah di Indonesia.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon