Pengusaha Kumpul Bahas Revolusi Industri 4.0
Selasa, 24 April 2018 | 13:52 WIB
Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menggelar musyawarah nasional (munas) ke-10 untuk merumuskan strategi menghadapi revolusi industri 4.0 di Jakarta, Selasa (24/4). Revolusi industri 4.0 berpengaruh pada perkembangan bisnis dan ekonomi nasional.
Menurut Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani, revolusi industri membuat dunia akan lebih kompetitif dengan pergerakan ekonomi dunia maya yang makin besar. "Lapangan kerja akan semakin dinamis, tersegmentasi keahlian-keahlian tertentu. Di sisi lain jumlah penduduk semakin besar dan angkatan kerja semakin banyak," ujar Hariyadi dalam keterangannya, Selasa.
Revolusi industri 4.0 adalah gelombang keempat industri yang menekankan pada kecanggihan teknologi informasi dan artificial intelligent (AI).
Menurut dia, perlu reformasi ketenagakerjaan dalam menghadapi fenomena ini, agar bonus demografi yang terjadi pada 2030 tidak menjadi bumerang dan menjadi titik lemah perekonomian Indonesia. Pemerintah perlu merumuskan program untuk mempersiapkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan bersaing dalam dunia kerja pada masa revolusi tersebut.
Ketua Dewan Harian Apindo Soebronto Laras mengatakan, sumber daya manusia Indonesia saat ini belum siap menghadapi gelombang revolusi industri 4.0. Menurut dia, masih banyak angkatan kerja yang memiliki latar belakang pendidikan kurang memadai.
Diketahui, dari 120 juta tenaga kerja hanya 12-13 persen yang lulus perguruan tinggi atau pernah belajar di universitas.
Munas Apindo ke-10 mengambil tema "Dunia Usaha Kuat, Rakyat Sejahtera: Reformasi Sumber Daya Manusia untuk Mengatasi Kesenjangan Ekonomi". Selain membahas strategis menghadapi revolusi industri 4.0, munas juga menjadi ajang pemilihan ketua umum Apindo periode 2018-2023.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




