ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sawit Mampu Tutupi Defisit Perdagangan

Kamis, 26 April 2018 | 15:40 WIB
TL
WP
Penulis: Tri Listiyarini | Editor: WBP
Ilustrasi petani kelapa sawit.
Ilustrasi petani kelapa sawit. (Antara/Wahdi Septiawan)

Jakarta - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono menyatakan bahwa industri kelapa sawit mampu mengatasi defisit neraca perdagangan nasional. Tahun 2017, surplus neraca perdagangan nasional tercatat US$ 11 miliar dan sumbangan sawit terhadap neraca perdagangan tersebut mencapai US$ 23 miliar. Artinya, tanpa ada ekspor minyak kelapa sawit maka neraca perdagangan nasional defisit US$ 12 miliar.

Joko Supriyono mengungkapkan, tanpa kelapa sawit maka sejak tahun lalu perekonomian negara Indonesia mungkin sudah bangkrut. "Tahun lalu, surplus neraca perdagangan nasional tercatat mencapai US$ 11 miliar. Dan sumbangan sawit terhadap neraca perdagangan tersebut mencapai US$ 23 miliar. Jadi tanpa ada ekspor sawit, kita defisit US$ 12 miliar," kata Joko saat Pelantikan Pengurus Gapki Cabang Kalimantan Tengah (Kalteng) di Palangkaraya, Selasa (24/4).

Karena itu, kata Joko Supriyono, pelaku usaha yang tergabung dalam Gapki mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang selalu memperjuangkan sawit dalam berbagai forum internasional. "Ke Eropa, Amerika Serikat (AS), Australia, dan Selandia Baru, Presiden menemui para kepala negara tersebut agar jangan membuat hambatan terhadap sawit," kata Joko.

Wakil Gubernur Kalteng Habib H Said Ismail mengakui bahwa sektor kelapa sawit memberikan kontribusi besar bagi pembangunan nasional. Selain penyerapan tenaga kerja, pengembangan petani sebagai mitra, perkebunan kelapa sawit juga berkontribusi terhadap pembangunan infrastruktur di daerah. "Dulu, saat saya awal-awal tinggal di Kalteng, daerah Sampit, jalanannya jelek sekali dan rusak. Tapi setelah ada perkebunan kelapa sawit, sekarang jalannya bagus dan mulus. Terima kasih kepada sektor kelapa sawit," kata Said saat memberikan sambutan dalam Pelantikan Pengurus Gapki Kalteng. Said hadir mewakili Gubernur Kalteng Sugianto Sabran yang berhalangan hadir.

ADVERTISEMENT

Provinsi Kalteng, kata Joko, adalah sentra perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Luas perkebunan kelapa sawit di Kalteng mencapai 1,80 juta hektare (ha) dari total luas daratan Kalteng seluas sekitar 15 juta ha. "Jumlah pekerja dan petani sawit di Kalteng mencapai 600 ribu orang. Berarti ada 2 juta orang dari total 2,60 juta penduduk Kalteng yang menggantungkan hidupnya dari sawit," ujar Joko Supriyono.

Terpilih sebagai Ketua Gapki Kalteng periode 2018-2023 adalah Dwi Darmawan dari PT Mulia Sawit Agro Lestari.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Harga Referensi CPO Naik 6 Persen gara-gara Lebaran

Harga Referensi CPO Naik 6 Persen gara-gara Lebaran

EKONOMI
Diawali Ledakan Keras, Pabrik Pengolah Sawit di Medan Ludes Terbakar

Diawali Ledakan Keras, Pabrik Pengolah Sawit di Medan Ludes Terbakar

SUMATERA UTARA
Produsen Terbesar, Kementan Yakin Sawit RI Ramah Lingkungan

Produsen Terbesar, Kementan Yakin Sawit RI Ramah Lingkungan

EKONOMI
Program Biodiesel Efektif Tekan Impor BBM dan Hemat Devisa

Program Biodiesel Efektif Tekan Impor BBM dan Hemat Devisa

EKONOMI
Prabowo Minta Avtur Diproduksi dari Sawit dan Jelantah

Prabowo Minta Avtur Diproduksi dari Sawit dan Jelantah

EKONOMI
Pengembangan SDM Jadi Kunci Keberlanjutan Industri Sawit Nasional

Pengembangan SDM Jadi Kunci Keberlanjutan Industri Sawit Nasional

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon