Penjualan Bisnis Non-Makanan Hero Naik 22%
Senin, 30 April 2018 | 19:29 WIBJakarta - PT Hero Supermarket Tbk (HERO) hingga kuartal I-2018 mencatat kinerja membaik. Meski masih merugi, namun tidak sebesar periode yang sama tahun 2017. Pada tiga bulan pertama 2018, Hero mencatat rugi bersih sebesar Rp 4 miliar atau membaik 33 persen dibandingkan rugi bersih kuartal I-2017 sebesar Rp 6 miliar.
"Penurunan rugi bersih ditopang peningkatan marjin, khususnya bisnis non-makanan," kata Presiden Direktur Stephane Deutsch PT Hero Supermarket Tbk (HERO) dalam keterangan tertulisnya, Senin (30/4).
Penjualan bisnis non-makanan hingga kuartal I-2018 meningkat 22 persen menjadi Rp 589 miliar. Guardian dan IKEA menunjukkan pertumbuhan kuat dengan laba operasional Rp 87 miliar dibandingkan pada periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp 63 miliar.
Sayangnya penjualan bisnis makanan turun 7 persen menjadi Rp 2,455 triliun yang disebabkan penutupan toko dan penjualan like-for-like yang negatif sehingga menghasilkan kerugian operasional Rp 87 miliar, dibandingkan dengan Rp 56 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Dengan demikian, total penjualan pada kuartal pertama 2018 turun 2 persen menjadi Rp 3,045 triliun dibandingkan kuartal I-2017 sebesar Rp 3,109 triliun.
Sementara arus kas bebas untuk kuartal I-2018 meningkat menjadi negatif Rp 30 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, negatif Rp 103 miliar terutama karena berkurangnya belanja modal. Pada 31 Maret 2018, perseroan memiliki kas bersih Rp 197 miliar, dibandingkan dengan Rp 226 miliar pada akhir tahun sebelumnya.
Stephane mengatakan, sektor ritel modern Indonesia terkoreksi pada kuartal pertama 2018 yang disebabkan perubahan perilaku konsumen yang lebih memilih penghematan sehingga mengakibatkan konsumsi rumah tangga menurun. "Hal ini menyebabkan penjualan di bisnis makanan tetap menantang," kata dia.
Sebagai respon kondisi pasar kata Stephane, perseroan melakukan pembaharuan strategi promosi yang fokus pada harga murah serta meningkatkan ketersediaan produk di toko. Perseroan juga meninjau keragaman produk dan daya saing penetapan harga di semua format toko. "Cuci gudang untuk produk general merchandise telah memberikan hasil yang menggembirakan di kuartal pertama," kata dia.
Sementara Guardian meraih kinerja baik. Guardian fokus pada peningkatan penawaran produk kecantikan. Adapun penjualan IKEA menunjukkan momentum positif. Pertumbuhan didorong peningkatan kunjungan pelanggan di toko IKEA Alam Sutera serta peningkatan penjualan online IKEA.
Hingga 31 Maret 2018, PT Hero Supermarket Tbk mengoperasikan 448 toko, terdiri dari 58 Giant Ekstra, 102 Giant Ekspres, 31 Hero Supermarket, 3 Giant Mart, 253 Guardian Health & Beauty, dan satu toko IKEA.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




