ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jack Up, Dorong Kendaraan Gunakan BBG

Rabu, 16 Mei 2018 | 10:48 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Sejumlah kendaraan mengisi BBG di SPBG Jakpro Gas di Jalan Perintis Kemerdekaan, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Rabu 16 Mei 2018.
Sejumlah kendaraan mengisi BBG di SPBG Jakpro Gas di Jalan Perintis Kemerdekaan, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Rabu 16 Mei 2018. (Beritasatu Photo/Carlos Roy Fajarta Barus)

Jakarta - PT Jakarta Utilitas Propertindo (JUP), anak usaha PT Jakarta Propertindo meluncurkan skema pembiayaan converter kit Bahan Bakar Gas (BBG) bernama Jack Up di stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) Jakpro Gas Jalan Perintis Kemerdekaan, Pulo gadung, Jakarta Timur, Rabu (16/5).

"Jack Up ini merupakan inovasi dari Jakarta Propertindo yang terinspirasi skema uang muka (down payment/DP) nol rupiah pak Sandiaga Uno," ujar Direktur Utama PT Jakarta Utilitas Propertindo (JUP), Chairul Hakim Rabu (16/5) pagi kepada Suara Pembaruan.

Program Jack Up ini merupakan skema bundling pembelian gas tanpa perlu membayar biaya converter kit seharga Rp 15-18 juta. Jadi selama periode pengisian BBG per liter setara premium (LSP), dikenakan biaya Rp 1.500 sampai skema kontrak 4-5 tahun. "Kita melihat ada peluang dari selisih harga BBG dan premium. Harga premium sebesar Rp 6.550 per liter, sedangkan CNG hanya Rp 3.100. Jadi ada selisih Rp 3.450. Dengan program ini, kita hanya mengenakan biaya Rp 1.500 saja, jadi pengguna hanya membayar Rp 4.600 per LSP sampai masa kontrak," tambahnya

Hingga kini sudah ada 200 angkot dan taksi online yang mengikuti program Jack Up, sejak diujicobakan 3 bulan lalu. Adapun pada tahun ini, Jakarta Utilitas akan membagikan 1.000 converter kit. "Dari 18.000 kendaraan yang menggunakan BBG di Jakarta, 14.000 adalah bajaj. Kendaraan lain yang baru memakai BBG hanya 4.000 kendaraan. Untuk itu perlu ada terobosan inovasi agar pelaku usaha angkutan umum mau beralih ke BBG," tandasnya.

ADVERTISEMENT

Dia menyebutkan saat ini pihaknya sudah mengoperasikan tujuh SPBG di Jakarta, yakni Taman Waduk Pluit, Hailai Ancol, Terminal Rawa Buaya, Perintis Kemerdekaan, Hek Kramat Jati, Kampung Rambutan, Mampang. "Kita akan membangun tiga SPBG lainnya di Harmoni, Tanah Merdeka, dan Pool Transjakarta. Saat ini dalam proses pembangunan," kata dia.

Sebagai gambaran, di Jakarta total ada 27 SPBG yakni 12 SPBG Envogas Pertamina, 7 SPBG Gasku PGN, 7 SPBG Jakpro, dan 1 SPBG swasta. Namun 6 SPBG tidak beroperasi karena masalah utilitas dan teknis.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno yang turut hadir di lokasi bersama Direktur Utama Jakarta Propertindo, Satya Heragandhi ikut meresmikan peluncuran Jack Up. "Pemprov DKI mendukung program Langit Biru. Kami baru mendapatkan rekor indeks kualitas udara terburuk di Jakarta, mengungguli Dakor, Dhaka, dan Beijing. Sehingga peluncuran ini sangat penting dan saya dukung," kata Sandiaga Uno.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

BBG Dinilai Hemat dan Ramah Lingkungan, tetapi Butuh Converter Kit

BBG Dinilai Hemat dan Ramah Lingkungan, tetapi Butuh Converter Kit

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon