ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Penguasaan Teknologi Industri 4.0 Angkat Daya Saing Industri

Selasa, 12 Juni 2018 | 01:49 WIB
HK
B
Penulis: Harso Kurniawan | Editor: B1
Menperin Airlangga Hartarto bersama Presiden Joko Widodo
Menperin Airlangga Hartarto bersama Presiden Joko Widodo (istimewa)

Jakarta - Pemerintah telah menetapkan target Indonesia masuk jajaran 10 negara dengan perekonomian terbesar pada 2030. Hal ini sesuai dengan salah satu aspirasi nasional yang terdapat pada peta jalan Making Indonesia 4.0 sebagai strategi mengimplementasikan revolusi industri generasi keempat.

"Pada 4 April lalu, Bapak Presiden Joko Widodo telah me-launching roadmap tersebut. Ini sekaligus menjadi agenda nasional yang perlu dijalankan secara bersinergi. Penguasaan teknologi industri 4.0 menjadi kunci penentu daya saing manufaktur," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Senin (11/6).

Untuk itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperiin) sebagai leading sector akan berkolaborasi dengan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, serta pelaku industri untuk melaksanakan bersama program strategis ini sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Tujuannya adalah untuk kesuksesan dan kemajuan bangsa Indonesia.

"Guna merealisasikan hal tersebut, memang tidak cukup dengan mengandalkan pertumbuhan ekonomi secara organik, namun diperlukan terobosan di bidang industri dengan memanfaatkan perkembangan teknologi terkini," papar Airlangga.

ADVERTISEMENT

Adapun lima teknologi utama yang menopang implementasi industri 4.0, yaitu internet of things, artificial intelligence, human–machine interface, teknologi robotik dan sensor, serta teknologi 3D Printing. Sebagai konseptor Making Indonesia 4.0, Menteri Airlangga menyatakan, revolusi industri 4.0 akan merombak alur produksi industri konvensional dengan cara yang tidak biasa. Kendati demikian, bakal terjadi sebuah peningkatan produktivitas dan kualitas secara efisien.

"Dalam konsepsinya, kami akan merevitalisasi industri manufaktur nasional. Ini lebih cepat dibandingkan evolusi perekonomian Indonesia dari yang sebelumnya mengandalkan sumber daya alam (migas dan pertambangan), menjadi ekonomi berbasis manufaktur yang memberikan nilai tambah tinggi," jelas dia.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Indonesia dan Jepang Semakin Memperkuat Kerja Sama Industri, Energi Bersih, dan Teknologi

Indonesia dan Jepang Semakin Memperkuat Kerja Sama Industri, Energi Bersih, dan Teknologi

EKONOMI
BullAES Unggulkan Teknologi Pencahayaan Cerdas untuk Pasar Indonesia

BullAES Unggulkan Teknologi Pencahayaan Cerdas untuk Pasar Indonesia

OTOTEKNO
Indonesia dan Inggris Kerja Sama Perkuat Keamanan Siber

Indonesia dan Inggris Kerja Sama Perkuat Keamanan Siber

OTOTEKNO
Kunjungi China, GP Ansor Perkuat Jejaring Usaha hingga Teknologi

Kunjungi China, GP Ansor Perkuat Jejaring Usaha hingga Teknologi

NASIONAL
Yovie Widianto: Teknologi Tanpa Budaya Bisa Merusak Peradaban

Yovie Widianto: Teknologi Tanpa Budaya Bisa Merusak Peradaban

LIFESTYLE
Teknologi Mobil Baru: Disukai Pengemudi atau Malah Menyusahkan?

Teknologi Mobil Baru: Disukai Pengemudi atau Malah Menyusahkan?

OTOTEKNO

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon