Hunian Tapak Semarakkan PGV Cimanggis
Senin, 2 Juli 2018 | 10:37 WIB
Jakarta – Kehadiran hunian tapak (landed house) Podomoro River View dinilai ikut menyemarakkan proyek properti Podomoro Golf View (PGV), besutan PT Graha Tuna Selaras (GTS), anak usaha PT Agung Podomoro Land Tbk (APL). Di sisi lain, PGV yang terletak di Cimanggis, Depok juga mengandalkan kehadiran transportasi publik light rail transit (LRT) yang kini dibangun pemerintah.
"Kehadiran rumah tapak ini bertujuan untuk turut meramaikan pasar properti di kawasan Depok," ujar Assistant Vice President Marketing PGV, Alvin Andronicus, dalam publikasinya di Jakarta, Minggu (1/7).
Dia menambahkan, Klaster Podomoro River View berada tepat di depan stasiun LRT dan transfer point untuk transportasi publik lainnya yang akan sangat memudahkan para penghuni untuk berpergian kemana saja dengan fasilitas transportasi yang nyaman. Lalu, bagi penghuni yang lebih cocok dengan kendaraan pribadi dapat menikmati primanya akses kawasan, yang berada tepat di exit tol Cimanggis. Lokasi PGV sekitar 30 menit dari bandara Halim Perdanakusuma dan Bintaro.
Alvin pernah mengatakan bahwa pihaknya meluncurkan dua klaster dengan masing-masing berkapasitas 195 unit. Klaster pertama setidaknya menorehkan penjualan 100 unit. Hunian tapak dengan dua lantai tersebut dibanderol berkisar Rp 1,3-2 miliar per unit.
Alvin menambahkan, konsep PGV terinspirasi oleh lansekap wisata kuliner Clarke Quay di Singapura. Akan tetapi, sungai yang digunakan APL ini bukan sungai buatan sebagaimana halnya Clarke Quay. APL akan menata Sungai Cikeas menjadi riverside walk food & beverage (F&B).
Konsep TOD
Sementara itu, kata Alvin, keunggulan yang ditawarkan oleh PGV antara lain adalah adanya infrastruktur dan sarana transportasi umum LRT. PGV akan menjadi hunian berkonsep transit oriented development (TOD) karena dekat dengan sarana transportasi LRT.
"Moda transportasi light rail transit (LRT) juga akan melintasi Depok. Rencananya salah satu stasiun LRT akan dibangun di Cimanggis," kata Alvin.
APL dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) sebelumnya meresmikan Transfer Point LRT Gunung Putri di kawasan PGV. Kepala BPTJ Bambang Prihartono saat peresmian mengatakan bahwa pembangunan transfer point di kawasan ini untuk mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke sarana transportasi publik.
Kelak, di superblok PGV dibangun 25 tower yang menyediakan hingga 37.000 unit apartemen berbagai tipe dan ukuran. Saat ini, tiga tower apartemen sudah terjual dan dalam tahap pembangunan dengan kapasitas 4.000 unit. Sedangkan, tower keempat sebanyak 1.500 unit yang mulai dipasarkan sejak pertengahan 2017 terjual 30%. Tersedia tiga tipe, yakni studio 22 m2, 2 kamar 36-38 m2, dan 3 kamar 45 m2. Saat ini, harga yang ditawarkan Rp 11,5 juta/m2.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




