ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Diresmikan Presiden, Indonesia Miliki Pembangkit Listrik Tenaga Bayu

Senin, 2 Juli 2018 | 16:35 WIB
MP
HA
B
Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidenreng Rappang (Sidrap) I dengan kapasitas 75MW di Desa Lainungan, Kecamatan Watangpulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, diresmikan Presiden Joko Widodo 2 Juli 2018.
Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidenreng Rappang (Sidrap) I dengan kapasitas 75MW di Desa Lainungan, Kecamatan Watangpulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, diresmikan Presiden Joko Widodo 2 Juli 2018. (Kementerian ESDM)

Jakarta - Presiden Joko Widodo meresmikan tiga pembangkit listrik yang berada di Sulawesi, Senin (2/7). Ketiga pembangkit listrik tersebut yakni Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidenreng Rappang (Sidrap) I dengan kapasitas 75MW, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Punagaya kapasitas 2x100 MW, dan PLTU IPP Jeneponto Ekspansi kapasitas 2x135 MW

PLTB Sidrap I berada di Desa Lainungan Kecamatan Watangpulu Kabupaten Sidenreng Rappang Sulawesi Selatan. Perjanjian jual beli lisrik dari pembangkit ini ditandatangani pada 19 Agustus 2015 lalu antara PT PLN (Persero) dengan PT UPC Sidrap Bayu Energi, dengan nilai investasi US$ 150 juta. Jangka waktu pinjaman selama 16,5 tahun dengan kreditor Overseas Private Investment Corporation (OPIC).

Mengutip akun Facebook resmi Presiden Joko Widodo, PLTB Sidrap ini merupakan PLTB pertama yang beroperasi di Indonesia. Dalam tulisannya itu, Kepala Negara menampilkan foto pembangunan kincir-kincir angin raksasa yang menjadi bagian dari PLTB Sidrap.

"Inilah tiang-tiang kincir angin raksasa Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) pertama di Indonesia. Di perbukitan itu sedang dibangun 30 kincir angin yang masing-masing menggerakkan turbin berkapasitas 2,5 megawatt, atau 75 MW untuk 30 turbin," ucapnya melalui tulisan yang diunggahnya di akun Facebook pada 2 Desember 2017.

ADVERTISEMENT

Tiang-tiang kincir angin tersebut disebutnya memiliki tinggi 80 meter dan di ujungnya terpasang baling-baling besar dengan garis tengah 57 meter. Saat nantinya beroperasi penuh, PLTB Sidrap sanggup mengalirkan listrik ke sekitar 80.000 rumah tangga pelanggan 900 VA.

"PLTB ini akan menjadikan Indonesia sebagai satu dari sedikit negara di Asia yang mempunyai pembangkit bertenaga angin, seperti Jepang, Tiongkok, dan Korea," tutur Presiden.

Adapun kepemilikan saham pembangkit ini adalah masing-masing sebanyak 95% dimiliki oleh UPC Renewables Asia I Limited Hongkong, UPC Renewables Asia III Limited Hongkong, dan SunEdison Sidrap B.V Belanda. Sementara sisanya sebanyak 5% dimiliki oleh PT Binatek Energi Terbarukan (Indonesia). Sementara pelaksana EPC dilakukan oleh Gamesa (Spanyol) dan PT PP (Persero).

Pembangunan pembangkit menyerap tenaga kerja sebanyak 550 orang, masing-masing 500 orang terlibat pada tahap konstruksi dan 50 orang pada tahap operasi. Commercial Operation Date (COD) pembangkit ini telah dilakukan pada 28 Maret 2018 lalu, sementara Sertifikat Laik Operasi (SLO) diperoleh pada 4 April 2018.

Sementara itu, PLTP Punagaya berada di Desa Punagaya Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan, dengan nilai investasi US$ 290 juta. Pengembang pembangkit ini adalah PT PLN dengan EPC yakni Consortium of China Gezhouba Group Co, Ltd dan PT Hutama Karya. Pembangkit ini dibangun sejak 28 Mei 2015, sementara COD dilakukan pada 23 November 2017 untuk Unit 1 dan 15 Januari 2018 untuk Unit 2.

Adapun Slo diperoleh pada 23 November 2017 untuk Unit 1 dan 14 Februari 2018 untuk Unit 2.

Pembangkit ini cukup besar, sehingga mampu menyerap tenga kerja hingga 1.040 orang, dengan TKDN mencapai 40%.

Adapun PLTU IPP Jeneponto Ekspansi juga berada di Desa Punagaya Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan. Pembangunan pembangkit ini menelan biaya hingga US$ 320. Adapun pengembangnya adalah PT Bosowa Energi, dimana Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik telah ditandatangani pada 4 Mei 2015 antara PT PLN dengan PT Bosowa Energi.

Jumlah TKDN mencapai 30%, dengan jadwal COD pada 20 November 2017, sementara SLO diperoleh pada 20 November 2017 untuk Unit 3 dan 16 Maret 2018 untuk Unit 4. Jumlah tenaga kerja yang terserap lebih besar yakni 1.100 orang,masing-masing 1.000 orang pada tahap konstruksi dan 100 orang pada tahap operasi.

Selain meresmikan pengoperasian pembangkit, Presiden Jokowi juga dijadwalkan meresmikan Ground Breaking PLTU Barru 1x100 MW dan PLTMG Luwuk 40 MW di Provinsi Sulawesi Selatan juga.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon