Kapasitas Galangan Kapal Ditargetkan Naik Tiga Kali Lipat
Selasa, 3 Juli 2018 | 19:46 WIB
Jakarta – Pemerintah menargetkan kapasitas industri galangan kapal nasional naik 2-3 kali lipat untuk mendongkrak daya saing di tingkat global sekaligus menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Industri kemaritiman telah ditetapkan sebagai salah satu sektor yang diprioritaskan pengembangannya, yang meliputi industri galangan kapal dan penunjangnya.
"Presiden sudah mencanangkan tentang poros maritim, backbone-nya itu harusnya ada peran dari Iperindo (Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia). Apalagi bisa menghemat devisa untuk repair dan maintenance, daripada dibawa ke luar negeri. Maka itu, kami ingin kapasitas industri galangan kapal nasional bisa naik hingga 2-3 kali lipat," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto pada acara Pengukuhan Pengurus Iperindo Periode 2018-2022 di Jakarta, Selasa (3/7).
Dia meyakini, industri galangan kapal di Indonesia mampu meningkatkan kemampuan produksinya, mengingat upaya penguatan sarana transportasi laut guna mewujudkan konektivitas antar wilayah. Selain itu, pasar internasional juga masih prospektif.
Dalam catatan Menperin, perkembangan sektor industri galangan kapal dunia saat ini didominasi oleh Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang. Pada tahun 2017, jumlah order pembangunan kapal di Indonesia sebesar 218.300 gross tonnage (GT).
"Pembangunan kapal di Indonesia mayoritas untuk mencukupi kebutuhan pasar dalam negeri sebesar 83%, yang diperkirakan sebanyak 120 unit atau 135.440 GT. Sedangkan, sisanya untuk ekspor, sekitar 24 unit atau 82.860 GT," terang dia.
Menurut Menperin, pihaknya telah menginisiasi usulan insentif penurunan tarif bea masuk komponen kapal melalui skema khusus serta usulan tax holiday yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai stimulus untuk meningkatkan kinerja industri galangan kapal nasional. Begitu pula dari sisi finansial, pemerintah akan mengupayakan dan mendorong agar kegiatan usaha sektor industri galangan kapal dapat dukungan dari sektor perbankan atau pembiayaan sehingga kesempatan untuk melakukan ekspansi bisnis pembangunan kapal akan semakin terbuka lebar.
"Pemerintah akan memfasilitasi pemberian super deductible tax bagi industri yang berinovasi. Kalau bisa kita kembangkan desain bersama untuk kapal ikan, patroli, tanker, dan tugboat," imbuh dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




