ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pemerintah Kaji BMAD Impor Semen

Minggu, 22 Juli 2018 | 21:13 WIB
RK
B
Penulis: Rahajeng KH | Editor: B1
ilustrasi industri semen
ilustrasi industri semen (antaranews )

Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan menggenjot penyerapan semen di pasar domestik untuk meningkatkan pemanfaatan kapasitas produksi terpasang (utilisasi) industri semen. Bahkan, Kemenperin akan mengusulkan penerapan bea masuk antidumping (BMAD) terak semen (klinker) impor, jika impor komoditas itu membengkak.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan, upaya itu dibarengi koordinasi dengan kementerian terkait, seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta instansi lainnya untuk memacu konsumsi semen. Langkah lainnya adalah mengarahkan industri-industri semen dalam negeri menyerap klinker untuk mengurangi impor produk serupa.

Airlangga menuturkan, kebijakan-kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk menjaga iklim usaha tetap kondusif, sehingga industri semen nasional dapat tumbuh dan berkembang. Pihaknya mendorong diversifikasi produk barang-barang dari semen serta penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) semen secara wajib.

Saat ini, pasar semen domestik mengalami kelebihan pasokan. Kapasitas produksi industri semen di dalam negeri mencapai 100 juta ton, sedangkan konsumsi berkisar 60-68 juta ton.

ADVERTISEMENT

"Industri semen di dalam negeri memang kondisinya sedang oversupply. Begitu ada demand meningkat, mereka berlomba-lomba membuat pabrik dan investasi, sehingga kelebihan kapasitas," jelas Menperin.

Dengan kondisi tersebut, Airlangga menambahkan, pihaknya juga akan mendorong industri semen di dalam negeri untuk mengambil peluang pasar ekspor. Meskipun, menurut dia, margin ekspor akan lebih rendah. "Seperti kita ketahui, sekarang di Vietnam posisinya juga sama, oversupply karena Indonesia sendiri punya pabrik di Vietnam," ungkap dia.

Di samping itu, yang juga menjadi hal penting, Kemenperin meminta kepada pelaku industri semen di dalam negeri agar terus membangun ekosistem inovasi untuk meningkatkan keunggulan kompetitif di tengah persaingan yang semakin ketat baik di tingkat regional maupun internasional. Inovasi tersebut bisa menjadi keuntungan bagi perusahaan karena lebih efisien terutama dalam mengatasi kelebihan kapasitas produksi semen nasional.

"Industri semen diharapkan dapat melakukan transformasi sesuai dengan perkembangan teknologi terkini di era revolusi industri 4.0 yang dapat diterapkan secara bertahap," tutur Menperin. 



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kemenperin Buka Pendaftaran SMA dan SMK Vokasi 2026, Ini Syaratnya

Kemenperin Buka Pendaftaran SMA dan SMK Vokasi 2026, Ini Syaratnya

NASIONAL
Menperin Janji Permudah TKDN untuk IKM

Menperin Janji Permudah TKDN untuk IKM

EKONOMI
Kemenperin Perkuat Pengolahan Air dan Limbah

Kemenperin Perkuat Pengolahan Air dan Limbah

EKONOMI
Begini Cara Menperin Dongkrak Kualitas Kopi Indonesia

Begini Cara Menperin Dongkrak Kualitas Kopi Indonesia

EKONOMI
Kemenperin Waswas Perubahan Pajak Mobil Listrik Tekan Penjualan

Kemenperin Waswas Perubahan Pajak Mobil Listrik Tekan Penjualan

EKONOMI
Kemenperin Waspadai Dampak Geopolitik terhadap Bahan Baku Industri

Kemenperin Waspadai Dampak Geopolitik terhadap Bahan Baku Industri

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon