ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

GMF Bukukan Pendapatan US$ 223 Juta

Senin, 30 Juli 2018 | 21:06 WIB
TD
FH
Penulis: Thresa Sandra Desfika | Editor: FER
Dirut PT Garuda Indonesia (tengah) berbincang dengan Dirut GMF AeroAsia Iwan Joeniarto (kanan) dan CEO Bucher Group Beat Burlett sebelum penandatanganan kerjasama di booth Garuda Indonesia Group pada Singapore Air Show di Changi, Singapura, Selasa (6/2).
Dirut PT Garuda Indonesia (tengah) berbincang dengan Dirut GMF AeroAsia Iwan Joeniarto (kanan) dan CEO Bucher Group Beat Burlett sebelum penandatanganan kerjasama di booth Garuda Indonesia Group pada Singapore Air Show di Changi, Singapura, Selasa (6/2). (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)

Jakarta – PT Garuda Maintenance Facility (GMFI) Aero Asia Tbk mencatatkan pendapatan sebesar US$ 223,3 juta pada semester pertama 2018. Pendapatan ini, naik sebesar 11,5 persen dibandingkan periode yang sama 2017 sebesar US$ 200,2 juta.

GMFI mencatat laba bersih sebesar US$ 20,1 juta dengan margin usaha sebesar 9 persen. Profitability EBITDA mengalami pertumbuhan sebesar US$ 2,3 juta atau tumbuh 7,1 persen. Namun, GMFI juga mengalami peningkatan pada beban usaha sebesar 13,1 persen yang diakibatkan salah satunya oleh selisih kurs.

Direktur Utama GMFI, Iwan Joeniarto mengatakan, pencapaian perseroan pada semester pertama 2018 masih sesuai dengan rencana. Menurutnya, di tengah kondisi situasi makro ekonomi, seperti fluktuasi nilai tukar rupiah dan kenaikan harga minyak yang cukup menantang, pihaknya terus mengupayakan berbagai hal agar tidak turut tergerus.

"GMFI fokus pada pertumbuhan jangka panjang, jadi tidak melulu melihat pertumbuhan antar kuartal saja. Menyasar pasar internasional menjadi senjata GMFI dalam mengembangkan bisnis di luar pasar domestik yang saat ini telah dikuasai GMFI," kata Iwan dalam keterangan tertulisnya, Senin (30/7).

ADVERTISEMENT

Iwan menambahkan, menyasar pasar internasional merupakan bagian dari upaya untuk mendiversifikasi sumber pendapatan perusahaan dan mengurangi pengaruh makro, seperti pergerakan mata uang, dari suatu negara.

Menurutnya, sumbangsih pendapatan didapat dari kontribusi line maintenance sebesar US$ 39 jta sedangkan repair dan overhaul sebesar US$ 184,3 juta. "Porsi ini sesuai dengan target perusahaan yaitu fokus pada bisnis perawatan komponen pesawat," kata Iwan.

Selain itu, Iwan mengungkapkan, komposisi pendapatan dari non afiliasi meningkat menjadi 44,7 persen sedangkan pada pertengahan tahun 2017 hanya sebesar 31,6 persen.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon